Seabass86's Blog

sekedar membagi ilmu

  • Berlangganan

  • Blog Stats

    • 106,526 hits
  • RSS 1.

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Archive for the ‘2’ Category

soal analisis penyakit ikan 2

Posted by seabass86 pada Januari 2, 2013

ini versi bahasa indonesia :

Analisis Penyakit Ikan II

1. perubahan eksternal gol cyprinid oleh herpes ( CHV )
èadanya kutil putih susu keabuabuan pada kulit di kepala sirip atau dimana pun pada permukaan tubuh –PILIH SATU
2. kultur sel untuk membiakkan virus fish pox nyerang CHV
è FHM, EPC, MCT, CE-1, singkatan F E M Ce ,,,,,,,Suhu optimal 20 , replikasi 15 dan tidak 10 dan 25.- jwban bisa kecuali, atau bener semua
3. gejala klinis common carp yang terserang fish pox CHV
èpada ikan dewasa tidak menunjukkan perubahan dan mobidity tidak terlihat. Pada ikan ukuran juvenil nafsu makan hilang gelembung renang kaku kadang-kadang tidak gerak
4. morfologi herpesvirus ictaluri pada ccv fish pox CHV _lele
è amplop, partikel icosahedral simetri, DNA, ukuran 175- 200 nm, nukleokapsid
5. host HSV (herpes salmon virus )
è host natural : Rainbow dan Steelhead singkatan air es
host rentan : Benih chum dan Chinok singkatan BnC
host resisten : Atlantic salmon dan Brown trout singkatan AnB
6. host dari carp pox
è common carp dan agasi carp.
7. nama lain herpes virus cyprinid CHV
è fish pox dan carp pox
8. sel yang digunakan untuk membiakkan HSV (herpes salmonis virus)
è CHSE-214 , RTF-1, RTG-2 singkatan R-C-R.
sel ini tidak tumbuh jika ditanam pada FHM, BB, BF-2
9. perubahan internal HSV (herpes salmon virus)-herpes-air laut
è pada ginjal, hati, dan limpa terjadi edematous, hyperplasia, congesti, dan necrosis. Selain itu terjadi juga pada otot skeletal berupa hemoragis dan nekrosis.
10. bagaimana cara mengetahui pertumbuhan virus penyebab fish pox
è dengan cara intranuclear cowdry tipe A. pada EPC tidak terjadi formasi sintia

11. penyebab CCVD (canel catfish virus disis )
è herpes virus ictalury è herpesvirus
12. perubahan eksternal CCVD-herpes
è cirri utama abdomen terdapat cairan warna kuning muda dalam rongga peritoneal. Exoptalmia,insang pucat,haemoragis pada dasar kulit
13. isolasi virus CCVD- herpes menggunakan
è BB, CCO, ginjal walking catfish, jantung ikan tilapia.è pertanyaannya kecuali….
14. bahan kimia yang digunakan untuk menginaktifkan CCV-herpes
è eter 20%, clorofom 5%, ultraviolet 20-40
15. tahapan pcr
è singkatan DAE, yaitu Denaturasi ( 94-96), Annealing ( 50-65), Ekstensi (72)
16. sel isolasi GSV reovirus
è GCK 84 dan jika diidentifikasi pake eliza
17. PERUBAHAN INTERnal IHN infeksius haemopotic necrosis-rabdo
è ciri2 utama rongga tubuh berisi cairan kekuning-kuningan jernih, digestic tract tidak berisi makanan, berisi lendir, petechiae pada mesentris, peritoneum, hati, ginjal, gelembung renang.
18. syarat vaksin yang digunakan pada Viral Haemoragic Septicaemia-salmon-rabdo
è vaksin inaktif, vaksin aktif, vaksin subunit (protein G) semuanya kelihatan pada sps
19. desinfektan untuk membunuh rhabdovirus
è formalin, sodium hydroxide dan chorine
20. host dari SGD-IRIDOVIRUS
è Epinephelus tauvina
21. ORGAN yang biasa untuk isolasi IPN-birnavirus
è 1. ginjal, 2.hati, 3. limpa, 4. pyloric cecae
22. sel untuk isolasi lympocystis –iridovirus
è sel BF-2 , masa inkubasi 23-25
23. perubahan internal SGD irido
è cirri utama ginjal bagian anterior bengkak, jantunx inflamasi, limpa bengkak, insang pucat
24. cara isolasi ENV-irido
è dengan cara ulas darah nucleus piknotik
25. penyebab ISA-mixovirus RNA
è mixovirus == golongan orthomyxoviridae
26. Sel untuk tumbuhkan GSV- reovi
è 1. FHM, 2. CHSE 214 3. BB ada 3 gt!!!!!!!
27. sample yang diambil untuk deteksi ikan carier IPN-birna
è 1. cairan ovarium 2. cairan seminal 3. feses
28. perubahan internal ipn-BIRNA
è pada bagian POSTERIOr stomatch berisi gelatin (bening seperti susu)
29. sifat lymphocystis –irido
è 1.stabil ultrasonifikasi , 2. sensitive pH diluar kisaran 6-9,
3. simpan pada suhu -70, 4. diinaktivasi dengan gliserol 50 %
30. cara pengendalian CCV-herpes
è karantin stok yang terinfeksi, desinfektasi kolam dengan 40 mg/L clorin, vaksin aktif (strain lemah)
31. peranan lectin
è merupakan protein atau glycoprotein yang mampu mengenal dan mengikat karbohidrat pada permukaan bakteri dan fungi. Tidak memunyai aktifitas enzimatik dan catalitik. Melumpuhkan atau mengaglutinasi mikroorganisme dan berfungsi sebagai opsonin
32. faktor2 yang mempengaruhi resistensi alami pada inang
è fagosit , NCC, monosit, makrofag,
33. sel hemosit pada system imun crustacea (py namanya sel hemosit)
è peran menetralkan partikel asinx dengan cara fagositosis, encapsulasi, produksi bahan anti microbial
34. peranan sel makrofag
è sel yang professional , fagosit professional.infiltrasi kedalam epidermis kulit
35. kemampuan sel semigranular pada crustacea
è 1.encapsulasi, 2.sitotoksik, 3.mengaktifkan ProPO, 4. fagositik
36. sel untuk mengisolasi SVCV- rabdo-rna
1.Fhm, 2.EPC, 3.Sel ovari ikan carp

37. vector SVCV- rabdo-rna
è 1.lintah, 2. argulus
38. cara identifikasi SVCV- rabdo-rna
è 1. netralisasi
39. penyebaran SVCV- rabdo-rna
è 1. cohabitat , 2.pakan yang terkontaminasi, 3. vector
40. uji mendeteksi SVCV- rabdo-rna
è1. imunoflourescent, 2. imunoperoksidase,
41. keberhasilan isolasi tergantung
è seleksi spesimen, koleksi spesimen,
42. obligat patogen
è mempunyai host untuk hidup, contoh virus,bakteri, parasit, protozoa
43. cara mengambil sample serum
è darah diambil tanpa antikoagulan, sebelum diuji dipanaskan suhu 56 selama 30 menit, untuk menghilangkan zat yang tidak spesifik dan komplemen, diambil 2x fase akut dan penyembuhan

44. sumber infeksi
è 1. ikan yang terinfeksi, 2. carier, 3. telur air,pakan,peralatan yng terkontaminasi
45. reservoir host melalui
è membran insang, mucus, feses, urin
46. arti infeksi
è keberadaan suatu patogen dalam tubuh
47. label enzim pada antigen eliza
è dilakukan uji eliza kompetitif dan eliza titrasi
48. perinsip uji aglutinasi
è direk ag partikel dan ab spesifik
indirek ag larut dilekatkan pada partikel Ag terhambat ditambah ab spesifik terjadi aglutinasi
aglutinasi pasif terbalik ag larut + ab spesifik terhambat terjadi aglutinasi

49. label enzim pada antibodi eliza
è double antibody sanwit eliza
50. penentuan antigen dengan eliza
è 1. elisa kompetitif, 2. elisa elisa titrasi, 3. double antibody sanwit eliza
4. indirect sandwich elisa
51. enzim yang digunakan untuk melabel ag dan ab
è HRP, AP, GOD, B-galaktosidase, glukoamilase, CAH, asetilkolin
52. elisa titrasi
è ab jumlah berlebih, aktifitas enzim berbanding terbalik dengan kadar ag dalam sampel
53. uji Hi prosedur alpa dan beta
è alpa =1 berarti virus encer
beta virus kontan
54. perinsip uji hambatan florencen
è
55. uji indirect sandwich elisa
è untuk penentuan ab
56. uji IPO
è ipo lansung menentukan ag
ipo tidak langsunx tidak perlu konjugat kusus untuk masinx2 AG
57. tujuan VN test
è menetralisasi infektifitas dari virus
58. èdiinkubasi dan diinokulasi pada host yang peka untuk mengetahui
59. morfologi IPN birnavirus
è RNA tdk amplop,
60. bahan kimia untuk inaktif virus IPN birnavirus
iodine dan clorin
61. gejala klinis eksternal limpocistis irido
è ada nodul pada sirip, kepala, permukaan tubuh

 

ini versi bahasa inggris nya :

Analysis of Fish Disease II

1. external change goals by cyprinid herpes (CHV)
èadanya keabuabuan milky white warts on the skin on the head fins or where else on the body surface-SELECT ONE
2. cell culture to breed fish pox virus attack CHV
è FHM, EPC, MCT, CE-1, short for FEM Ce,,,,,,, optimal temperature 20, replication 15 and not 10 and 25. – jwban can save, or bener all
3. Clinical symptoms of common carp pox stricken fish CHV
èpada adult fish showed no change and mobidity not visible. In juvenile sized fish swim bladder loss of appetite sometimes rigid motion
4. CCV herpesvirus morphology ictaluri in fish pox CHV _lele
è envelope, particle icosahedral symmetry, the DNA, the size of 175-200 nm, the nucleocapsid
5. host HSV (herpes virus salmon)
è natural host: Rainbow and Steelhead stands for water ice
susceptible host: Seed chum and Chinok abbreviation BNC
host resistance: Atlantic salmon and Brown trout acronyms ANB
6. host of carp pox
è Agasi common carp and carp.
7. AKAs CHV cyprinid herpes virus
è fish and carp pox pox
8. cells used to propagate HSV (herpes virus salmonis)
è CHSE-214, RTF-1, RTG-2 stands for R-C-R.
these cells do not grow if planted in FHM, BB, BF-2
9. internal changes HSV (herpes virus salmon)-herpes-sea
è the kidneys, liver, and spleen occurs edematous, hyperplasia, congesti, and necrosis. In addition it also occurs in skeletal muscle in the form of hemoragis and necrosis.
10. how to know the growth of pox viruses that cause fish
è intranuclear cowdry by type A. the EPC does not happen formation Sintia

11. cause CCVD (canel catfish virus disis)
è è ictalury herpesviruses herpes virus
12. external changes CCVD-herpes
è abdomen main characteristics are light yellow color liquid in the peritoneal cavity. Exoptalmia, pale gills, haemoragis on the basis of skin
13. CCVD-herpes virus isolation using
è BB, CCO, walking catfish kidney, heart, fish tilapia.è question but ….
14. chemicals used to inactivate CCV-herpes
è ether 20%, 5% clorofom, ultraviolet 20-40
15. stage PCR
è stands DAE, ie denaturation (94-96), annealing (50-65), Extension (72)
16. GSV reovirus isolated cell
è GCK 84 and if the identified use eliza
17. Internal changes haemopotic necrosis infectious Ihn-rabdo
ciri2 è main body cavity containing a yellowish clear liquid, digestic tract does not contain food, containing mucus, petechiae on mesentris, peritoneum, liver, kidneys, bubble pool.
18. terms used in the viral vaccine Haemoragic Septicaemia-salmon-rabdo
è inactivated vaccines, active vaccine, subunit vaccine (G proteins) are all visible on the sps
19. disinfectant to kill rhabdovirus
è formalin, sodium hydroxide and chorine
20. host of SGD-IRIDOVIRUS
è Epinephelus tauvina
21. ORGAN usual for the isolation of IPN-birnavirus
è 1. kidney, 2.hati, 3. spleen, 4. pyloric cecae
22. cells for isolation lympocystis-iridovirus
è BF-2 cells, an incubation period of 23-25
23. internal changes SGD irido
è The main characteristics of the anterior kidney swelling, inflammation jantunx, spleen swelling, pale gills
24. ENV-way isolation irido
è nucleus by blood pillowcase piknotik
25. ISA-mixovirus causes RNA
è mixovirus class == Orthomyxoviridae
26. Cells to grow GSV-reovi
è 1. FHM, 2. CHSE 214 3. BB there are 3 gt!!!!!!!
27. samples taken for the detection of carrier fish IPN-Birna
è 1. ovarian fluid 2. seminal fluid 3. Stool
28. internal changes IPN-Birna
è in the posterior stomatch containing gelatin (nodes such as milk)
29. lymphocystis nature-irido
è 1.stabil ultrasonifikasi, 2. sensitive pH outside the range of 6-9,
3. stored at -70, 4. inactivated with 50% glycerol
30. CCV-way control of herpes
è karantin infected stock, desinfektasi pool with 40 mg / L clorin, active vaccine (strain weak)
31. role of lectin
è are proteins or glycoproteins that can recognize and bind to carbohydrates on the surface of bacteria and fungi. Has no enzymatic activity and catalitik. Knocking out or agglutinate microorganisms and function as opsonin
32. faktor2 that affect natural resistance to the host
è phagocytes, NCC, monocytes, macrophages,
33. hemocyte cells in the immune system of crustaceans (py cells called hemocytes)
è role asinx neutralizing particles by phagocytosis, encapsulated, production of anti-microbial
34. role of macrophage cells
è professional cells, phagocytes professional.infiltrasi into the epidermis of the skin
35. the ability of cells to the crustacean semigranular
è 1.encapsulasi, 2.sitotoksik, 3.mengaktifkan PROPO, 4. phagocytic
36. cells to isolate RNA-SVCV-rabdo
1.Fhm, 2.EPC, carp fish ovaries 3.Sel

37. SVCV-rabdo vector-RNA
è 1.lintah, 2. Argulus
38. identification of SVCV-way rabdo-RNA
è 1. neutralization
39. spread of SVCV-rabdo-RNA
è 1. cohabitat, 2.pakan contaminated, 3. vector
40. test to detect SVCV-rabdo-RNA
E1. imunoflourescent, 2. imunoperoksidase,
41. success depends isolation
è specimen selection, collection of specimens,
42. obligate pathogens
è have a host for life, eg viruses, bacteria, parasites, protozoa
43. how to take a sample of serum
è blood was collected without anticoagulant, before being tested 56 heated temperature for 30 minutes, to remove specific substances and complement, taken 2x acute and healing

44. source of infection
è 1. infected fish, 2. carrier, 3. egg water, food, contaminated equipment yng
45. reservoir hosts through
è gill membranes, mucus, feces, urine
46. meaning infection
è the presence of a pathogen in the body
47. antigen enzyme label on eliza
è tested eliza eliza competitive and titration
48. perinsip agglutination test
è ag director of particles and specific ab
indirect ag soluble Ag particles embedded in specific ab happen hampered plus agglutination
reverse passive agglutination soluble ag + ab inhibited specific agglutination occurred

49. labeled antibody enzyme at eliza
è double antibody sanwit eliza
50. antigen determination by eliza
è 1. competitive elisa, 2. elisa elisa titration, 3. double antibody sanwit eliza
4. indirect sandwich elisa
51. enzymes used for labeling ag and ab
è HRP, AP, GOD, B-galactosidase, glucoamylase, CAH, acetylcholine
52. elisa titration
è ab excess amount, the enzyme activity is inversely proportional to the levels of ag in the sample
53. Hi test alpha and beta procedure
è alpha = 1 means the virus is diluted
virus beta cash
54. perinsip florencen resistance test
è
55. indirect sandwich elisa test
è for the determination of ab
56. IPO test
è ipo directly determine ag
ipo no unnecessary langsunx conjugate masinx2 specially for AG
57. VN test purposes
è neutralize the infectivity of the virus
58. èdiinkubasi and inoculated on a susceptible host to know
59. IPN morphology birnavirus
è RNA ill envelope,
60. chemicals for IPN virus inactivated birnavirus
iodine and clorin
61. External clinical limpocistis irido
è no nodules on fins, head, body surface

 

terima kasih telah membaca Seabass86@wordpress.com
salam Kenal, dan salam hangat

nama saya : Andy Setyo Widodo

no telp : 0856 551 951 86, 0813 1475 04 90, (031) 50 57 100

berasal dari : surabaya , jawa timur, unair,anak perikanan

{sekarang bekerja di Bank BRI Kantor Cabang Pembantu Ngagel Surabaya }

{bagian Marketing pinjaman Untuk Usaha},

{mari silahkan hubungi saya jika ingin konsultasi Pinjaman untuk Usaha }

{Terima Kasih}

Posted in 2 | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

jenis media isolasi

Posted by seabass86 pada Januari 1, 2013

ini versi bahasa indonesia :

Jenis Media Isolasi

A. Media umum atau media non selektif
1. Nutrien Agar ( NA )
Merupakan media isolasi yang kaya dan subur, untuk tujuan tertentu media ini dapat ditambahkan darah
2. Blood Agar ( BA )
Merupakan media isolasi, yang mengandung darah defibrinasi
3. Trypticase Soya Agar ( TSA )
Merupakan media isolasi yang kaya dan subur dan banyak digunakan untuk menumbuhkan bakteri dari ikan dan udang.

B. Media selektif
1. Mac Conkey Agar ( MCA )
Media selektif untuk isolasi dan identifikasi bakteri Gram negatif terutama bakteri yang berasal dari tinja dan urin.
2. Salmonella Shigella Agar ( SSA )
Merupakan media yang mempunyai selektif tinggi untuk isolasi salmonella sp
3. Thiosulfate Citrate Bilesalt Sucrose ( TCBS )Agar
Media selektif untuk isolasi Vibrio sp

C. Media Differensial
1. Blood Agar ( BA )
Media ini untuk membedakan antara bakteri yang dapat membedakan antara bakteri yang dapat menghemolysa darah dengan yang tidak dapat menghemolysa
2. Mac Conkey Agar ( MCA )
Media ini digunakan untuk membedakan bakteri yang memfermentasi laktosa dan yang tidak memfermentasi laktosa.
3. Eosin Methylene Blue ( EMB )
Digunakan untuk membedakan antara Escherichia coli dengan bakteri yang lain.

Jenis Media Identifikasi Uji Biokimia
1. Triple Sugar Iron Agar ( TSIA )
Merupakan media padat untuk membedakan sifat-sifat kuman secara biokimia
2. Sulfide Indol Motility ( SIM Medium )
Merupakan media yang berfungsi untuk mengetahui terbentunya sulfide, indol dan mengetahui pergerakan kuman
3. Metil Red and Voges Proskauer ( MR-VP Medium )
Merupakan media yang digunakan untuk mengetahui terbentuknya asam setelah ditetesi dengan reagen MR, sedangkan test VP digunakan untuk mengetahui terbentuknya asetil metil karbonil.
4. Simmon’s Citrat Agar
Merupakan media yang berfungsi untuk mengetahui kemampuan kuman dalam memanfaatkan natrium citrat sebagai sumber carbon untuk keperluan hidupnya.
LAPORAN PRAKTIKUM II

Organ yang digunakan adalah daging dari bagian tubuh udang
Media yang digunakan Trypticase Soya Agar ( TSA )
Suhu 25-30 ° C
Lamanya + 1- 2 hari
Gambarnya :

Koloni yang tumbuh ada 2-3 koloni.
Bentuknya bulat, ukuran + 0,25 mikrometer, permukaan mengembang, terdapat pigmen berwarna kuning
Dilakukan pewarnaan gram sebagai berikut :
1. bahan diambil sedikit untuk pemeriksaan
2. berilah cairan gratin violet dan dipanaskan
3. bilas dengan air bersih
4. Beri safranin dan cuci dengan air
5. hasil yang didapat gram negatif dengan berwarna merah
berikut gambaran dari pelaksanaan pewarnaan gram

LAPORAN PRAKTIKUM III

Organ yang digunakan adalah daging dari bagian tubuh udang
Media yang digunakan Trypticase Soya Agar ( TSA )
Suhu 25-30 ° C
Lamanya + 1- 2 hari
Gambarnya :

Koloni yang tumbuh ada 2-3 koloni.
Bentuknya bulat, ukuran + 0,25 mikrometer, permukaan mengembang, terdapat pigmen berwarna kuning
Dilakukan pewarnaan gram sebagai berikut :
1. bahan diambil sedikit untuk pemeriksaan
2. berilah cairan gratin violet dan dipanaskan
3. bilas dengan air bersih
4. Beri safranin dan cuci dengan air
5. hasil yang didapat gram negatif dengan berwarna merahberikut gambaran dari pelaksanaan pewarnaan gram. Hasilnya termasuk gram positif

LAPORAN PRAKTIKUM VI

Organ yang digunakan adalah daging dari bagian tubuh ikan air tawar.
Media yang digunakan Sabouraud Dextrose Agar + antibiotik.( S D A )
Suhu 20-25 ° C
Lamanya 1 hari
Cara Kerja :
1. siapkan media
2. ambil 0,2 ml kuman dan masukkan pada media
3. Ambil cotton but dan aquades serta oleskan pada media
4. biarkan selama 1 hari
Gambarnya :

Koloni yang tumbuh ada 2-3 koloni.
Bentuknya bulat, ukuran + 0,75 mikrometer, permukaan mengembang, terdapat pigmen berwarna kuning dan ada sedikit memutih.

 

ini versi bahasa inggrisnya :

Isolation Media Types

A. Public media or non-selective media
1. Nutrient Agar (NA)
Isolation media is rich and fertile, for a particular purpose media can be added blood
2. Blood Agar (BA)
An insulating medium, which contains blood defibrinasi
3. Trypticase Soya Agar (TSA)
Isolation media is rich and fertile and widely used to grow bacteria from fish and shrimp.

B. Selective Media
1. Mac Conkey Agar (MCA)
Selective medium for the isolation and identification of Gram-negative bacteria, especially bacteria from feces and urine.
2. Salmonella Shigella Agar (SSA)
Is a medium that has a high selective isolation of Salmonella sp
3. Thiosulfate citrate Bilesalt sucrose (TCBS) order
Selective medium for the isolation of Vibrio sp

C. Differential Media
1. Blood Agar (BA)
This media to distinguish between bacteria that can distinguish between bacteria that can menghemolysa blood that can not be menghemolysa
2. Mac Conkey Agar (MCA)
The media is used to distinguish bacteria that ferment lactose and do not ferment lactose.
3. Eosin Methylene Blue (EMB)
Used to distinguish between the bacterium Escherichia coli to another.

Biochemical Identification Test Media Types
1. Triple Sugar Iron Agar (TSIA)
Is a solid medium to distinguish the properties of the biochemical germs
2. Sulfide Indole Motility (SIM Medium)
Is a medium that serves to determine the inception of sulfide, indole and knowing the movement of bacteria
3. Methyl Red and Voges Proskauer (MR-VP Medium)
Media is used to determine the acid formation after spilled with reagents MR, whereas VP test is used to determine the formation of methyl acetyl carbonyl.
4. Simmon’s citrat order
Is a medium that serves to determine the ability of bacteria to utilize sodium citrat as carbon source for the purpose of his life.
REPORT PRACTICUM II

Organ used is the meat of the shrimp body
Media used Trypticase Soya Agar (TSA)
Temperature of 25-30 ° C
+ The duration of 1-2 days
The pictures:

Colonies that grow there are 2-3 colonies.
Rounded shape, size + 0.25 micrometers, the surface expands, there is a yellow pigment
Gram staining performed as follows:
1. material taken little for examination
2. Give gratin violet liquid and heated
3. rinse with clean water
4. Give safranin and wash with water
5. gram-negative results obtained with red
The following overview of the implementation of the gram staining

REPORT PRACTICUM III

Organ used is the meat of the shrimp body
Media used Trypticase Soya Agar (TSA)
Temperature of 25-30 ° C
+ The duration of 1-2 days
The pictures:

Colonies that grow there are 2-3 colonies.
Rounded shape, size + 0.25 micrometers, the surface expands, there is a yellow pigment
Gram staining performed as follows:
1. material taken little for examination
2. Give gratin violet liquid and heated
3. rinse with clean water
4. Give safranin and wash with water
5. gram-negative results obtained with colored merahberikut overview of the implementation of the gram staining. The results include gram-positive

PRACTICUM REPORT VI

Organ used is the meat of freshwater fish body parts.
Media used Sabouraud Dextrose Agar + antibiotics. (SDA)
Temperature of 20-25 ° C
The duration of 1 day
How It Works:
1. prepare media
2. take 0.2 ml of bacteria and insert the media
3. Take cotton but and distilled water and dab on media
4. let stand for 1 day
The pictures:

Colonies that grow there are 2-3 colonies.
Rounded shape, size + 0.75 micrometers, the surface expands, there is a yellow pigment and a little white.

by : andy setyo w, 060310083 P,
085655195186.
nilotica86@yahoo.com.
sardines86@gmail.com
unair,perikanan.
universitas airlangga surabaya,
jawa timur indonesia, asia tenggara.

terima kasih telah membaca Seabass86@wordpress.com
salam Kenal, dan salam hangat

nama saya : Andy Setyo Widodo

no telp : 0856 551 951 86, 0813 1475 04 90, (031) 50 57 100

berasal dari : surabaya , jawa timur, unair,anak perikanan

{sekarang bekerja di Bank BRI Kantor Cabang Pembantu Ngagel Surabaya }

{bagian Marketing pinjaman Untuk Usaha},

{mari silahkan hubungi saya jika ingin konsultasi Pinjaman untuk Usaha }

{Terima Kasih}

Posted in 2 | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

organ gerak ikan

Posted by seabass86 pada Desember 29, 2012

sekedar informasi sedikit

orGAN GERAK (SIRIP)

Ikan seperti pada hewan lain, melakukan gerakan dengan dukungan alat gerak. Pada ikan, alat gerak yang utama dalam melakukan manuver di dalam air adalah sirip. Sirip ikan juga dapat digunakan sebagai sumber data untuk identifikasi karena setiap sirip suatu spesies ikan memiliki jumlah yang berbeda dan hal ini disebabkan oleh evolusi.

Sirip pada ikan terdiri dari beberapa bagian yang dinamakan sesuai dengan letak sirip tersebut berada pada tubuh ikan, yaitu :

  1. Pinna dorsalis (dorsal fin)

Adalah sirip yang berada di bagian dorsal tubuh ikan dan berfungsi dalam stabilitas ikan ketika berenang. Bersama-sama dengan pinna analis membantu ikan untuk bergerak memutar.

  1. Pinna pectoralis (pectoral fin)Adalah sirip yang terletak di posterior operculum atau pada pertengahan tinggi pada kedua sisi tubuh ikan. Fungsi sirip ini adalah untuk pergerakan maju, ke samping dan diam (mengerem).

  2. Pinna ventralis (ventral fin)Adalah sirip yang berada pada bagian perut. ikan dan berfungsi dalam membantu menstabilkan ikan saat berenang. Selain itu, juga berfungsi dalam membantu untuk menetapkan posisi ikan pada suatu kedalaman.

  3. Pinna analis (anal fin)Adalah sirip yang berada pada bagian ventral tubuh di daerah posterior anal. Fungsi sirip ini adalah membantu dalam stabilitas berenang ikan.

  4. Pinna caudalis (caudal fin)Adalah sirip ikan yang berada di bagian posterior tubuh dan biasanya disebut sebagai ekor. Pada sebagian besar ikan, sirip ini berfungsi sebagai pendorong utama ketika berenang (maju) clan juga sebagai kemudi ketika bermanuver.

  5. Adipose finAdalah sirip yang keberadaannya tidak pada semua jenis ikan. Letak sirip ini adalah pada dorsal tubuh, sedikit di depan pinna caudalis.

by : andy setyo w, 060310083 P.
nilotica86@yahoo.com
.sardines86@gmail.com
,unair,perikanan.universitas airlangga surabaya,jawa timur indonesia, asia tenggara.

terima kasih telah membaca Seabass86@wordpress.com

salam Kenal, dan salam hangat

nama saya : Andy Setyo Widodo

no telp : 0856 551 951 86, 0813 1475 04 90, (031) 50 57 100

berasal dari : surabaya , jawa timur, unair,anak perikanan

{sekarang bekerja di Bank BRI Kantor Cabang Pembantu Ngagel Surabaya }

{bagian Marketing pinjaman Untuk Usaha},

{mari silahkan hubungi saya jika ingin konsultasi Pinjaman untuk Usaha }

{Terima Kasih}

Posted in 9 | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.