Seabass86's Blog

sekedar membagi ilmu

  • Berlangganan

  • Blog Stats

    • 118,490 hits
  • RSS 1.

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

ALAT TANGKAP Yang digunakan di daerah makasar (appliance catch fisheries in makassar)

Posted by seabass86 pada Desember 31, 2012

ini versi bahasa indonesianya :

ALAT TANGKAP Yang digunakan di daerah makasar Secara khusus, beberapa alat tangkap yang dominan digunakan di Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep, dan Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, antara lain: (1) Pancing Pancing banyak digunakan untuk memancing ikan pelagis seperti ikan tenggiri, ikan tongkol dan cumi-cumi. Alat tangkap jaring memiliki selektivitas yang tinggi terhadap hasil tangkapan. (2) Jaring Insang Selain digunakan untuk menangkap ikan, jaring insang di Kecamatan Liukang Tupabbiring lebih banyak digunakan untuk menangkap Kepiting Rajungan (Portunus pelagicus). 85 % penduduk pulau-pulau di Kecamatan Liukang Tupabbiring yang berdekatan dengan daratan Pulau Sulawesi menggunakan jaring untuk menangkap kepiting rajungan tersebut. Setiap kepala keluarga menggunakan jaring minimal 1-2 kilometer panjangnya. Karena banyaknya alat tangkap kepiting yang beroperasi di sekitar perairan Liukang Tupabbiring dalam kurun 10 tahun terakhir, populasi dan ukuran kepiting rajungan menurun sangat drastis. Hal ini dapat kita dilihat dari semakin menurunnya hasil tangkapan oleh nelayan dan ukurannya cenderung semakin kecil. Melihat kenyataan tersebut, diperlukan upayaupaya yang terencana dan berkesinambungan untuk mengembalikan keberadaan populasi kepiting rajungan di wilayah tersebut melalui kegiatan budidaya dan restocking. (3) Cantrang Cantrang merupakan alat tangkap ikan demersal yang pada prinsipnya terdiri dari bagian kantong, badan, sayap dan mulut, dengan bahan yang terbuat dari bahan serat polyethylene (Subani dan Barus, 1989). Prinsip pengoperasian alat tangkap cantrang yaitu melingkarkan tali selambar dan sayap seluas-luasnya pada daerah penangkapan kemudian menarik tali selambar dan mempersempit ruang gerak ikan dengan bagian sayap sehingga ikan yang berada di dekat mulut dapat masuk kedalam kantong dan sayap berfungsi sebagai penghalau dan penggiring ikan masuk ke dalam kantong (Sudirman dan Mallawa, 2004). Prinsip pengoperasian Cantrang di Kecamatan Liukang Tupabbiring dan Kecamatan Ujung Tanah hampir sama dengan trawl yaitu dengan jalan menarik alat tangkap tersebut sehingga mengaduk-aduk substrat perairan yang dilaluinya. Hal ini dapat menyebabkan rusaknya ekosistem yang dilaluinya serta dapat menangkap ikan-ikan yang berukuran kecil sebab mesh size-nya yang sangat kecil. (4) Purse seine 299 Purse seine atau lebih dikenal dengan istilah Rengge/Gae (Bahasa Makassar) banyak digunakan oleh masyarakat di Kecamatan Liukang Tupabbiring dan Kecamatan Ujung Tanah untuk menangkap ikan-ikan pelagis. Purse seine ini dapat dioperasikan pada waktu malam dan siang hari. Pada waktu malam hari, alat tangkap ini menggunakan lampu untuk menarik ikan-ikan untuk berkumpul dan selanjutnya akan ditangkap dengan menggunakan purse seine. Sedangkan pada waktu siang hari, alat tangkap ini dioperasikan pada daerah yang telah banyak ikannya. (5) Bagan Bagan yang dioperasikan di Kecamatan Liukang Tupabbiring dan Kecamatan Ujung Tanah sebagian besar menggunakan perahu sehingga disebut bagan perahu (2 perahu) dan bagan rambo (1 perahu). Alat tangkap ini dioperasikan pada waktu malam dengan menggunakan lampu untuk menarik ikan-ikan untuk berkumpul. Selain bagan perahu, masyarakat banyak pula memsang bagan tancap yang dibangun di wilayah pesisir dengan menggunakan bambu sebagai rangkanya. (6)Selain berbagai jenis alat tangkap tersebut di atas, penggunaan bom dan potassium sianida untuk mendapatkan ikan-ikan karang banyak pula dilakukan di Perairan Liukang Tupabbiring dan Ujung Tanah. Dampak dari kegiatan destruktif fishing tersebut adalah terjadinya kerusakan ekosistem terumbu karang dan menurunnya sumber daya perikanan di kedua wilayah tersebut. Kerusakan terumbu karang dan menurunnya sumberdaya perikanan berimplikasi terhadap semakin jauhnya daerah penangkapan (fishing ground) dari fishing base, misalnya, di wilayah perairan sekitar Laut Flores, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur bahkan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

ini versi bahasa inggrisnya :

The CAPTURE TOOL used in the makasar In particular, some of the dominant gear used in District Liukang Tupabbiring, Pangkep District, and the District of Ujung Tanah, Makassar, South Sulawesi, among others: (1) Fishing Rod is widely used for pelagic fish such as mackerel, tuna and squid. Gear mesh has a high selectivity towards the catch. (2) In addition to Gill nets are used to catch fish, gill nets in Sub Liukang Tupabbiring more used to catch crabs Rajungan (Portunus pelagicus). 85% population of the islands in District Liukang Tupabbiring mainland adjacent to the island of Sulawesi to use a net to catch the crabs crab. Each head of household using the net at least 1-2 miles long. Since the number of crab fishing gear that operates in waters around Liukang Tupabbiring in the past 10 years, and the size of the crab crab population declined drastically. This can be seen from the decline in the catch of the fishermen and their size tends to be smaller. Given this reality, it may take a planned and sustainable upayaupaya to restore the crab population crab presence in the region through aquaculture and restocking. (3) Cantrang Cantrang a demersal fishing gear which consisted principally of the bag, body, wings and mouth, with a material made from polyethylene fibers (Subani and Barus, 1989). The principle of operation of fishing gear that is looped rope cantrang selambar and wing broadest in the fishing area and then pull the rope selambar and narrow the space for the fish with the wings so that the fish near the mouth can get into the pocket and wing serves as a blocker and into the fish drover in bags (Sudirman and Mallawa, 2004). The principle of operation of Liukang Tupabbiring Cantrang in District and Sub End Land is almost the same as the trawl is to pull the gear so that the substrate churning waters in its path. This can lead to the destruction of ecosystems in its path and can catch fish for small mesh size because it is very small. (4) Purse seine Purse seine 299 or better known as Rengge / Gae (Makassar Language) is widely used by people in the district and sub-district Liukang Tupabbiring Edge Land to catch pelagic fish. Purse seine can be operated at night and during the day. At night time, gear uses lights to attract the fish to congregate and then be caught using purse seine. While in the afternoon, gear is operated in an area that has a lot of fish. (5) Bagan operated in the district and sub-district Liukang Tupabbiring Ujung Tanah mostly use the boat so called chart boat (2 boats) and chart rambo (1 boat). Fishing gear is operated at night by using lights to attract the fish to congregate. In addition to chart a boat, there are many people step on the chart memsang built in coastal areas by using bamboo as a frame. (6) In addition to the various types of fishing gear mentioned above, the use of bombs and potassium cyanide for many reef fishes in the waters of well done and Ujung Tanah Liukang Tupabbiring. The impact of destructive fishing activities is the coral reef ecosystem damage and decreasing fisheries resources in both regions. Damage to coral reefs and decline of fishery resources has implications for getting away fishing areas (fishing ground) from the fishing base, for example, in the waters around the Flores Sea, Borneo, West Nusa Tenggara and East Nusa Tenggara even in the Exclusive Economic Zone (EEZ).

by : andy setyo w, 060310083 P,
085655195186.

nilotica86@yahoo.com

.
sardines86@gmail.com

unair,
universitas airlangga surabaya,
jawa timur indonesia, asia tenggara.

terima kasih telah membaca Seabass86@wordpress.com
salam Kenal, dan salam hangat

nama saya : Andy Setyo Widodo

no telp : 0856 551 951 86, 0813 1475 04 90, (031) 50 57 100

berasal dari : surabaya , jawa timur, unair,anak perikanan

{sekarang bekerja di Bank BRI Kantor Cabang Pembantu Ngagel Surabaya }

{bagian Marketing pinjaman Untuk Usaha},

{mari silahkan hubungi saya jika ingin konsultasi Pinjaman untuk Usaha }

{Terima Kasih}

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: