Seabass86's Blog

sekedar membagi ilmu

  • Berlangganan

  • Blog Stats

    • 118,490 hits
  • RSS 1.

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

soal analisis penyakit ikan 2

Posted by seabass86 pada Januari 2, 2013

ini versi bahasa indonesia :

Analisis Penyakit Ikan II

1. perubahan eksternal gol cyprinid oleh herpes ( CHV )
èadanya kutil putih susu keabuabuan pada kulit di kepala sirip atau dimana pun pada permukaan tubuh –PILIH SATU
2. kultur sel untuk membiakkan virus fish pox nyerang CHV
è FHM, EPC, MCT, CE-1, singkatan F E M Ce ,,,,,,,Suhu optimal 20 , replikasi 15 dan tidak 10 dan 25.- jwban bisa kecuali, atau bener semua
3. gejala klinis common carp yang terserang fish pox CHV
èpada ikan dewasa tidak menunjukkan perubahan dan mobidity tidak terlihat. Pada ikan ukuran juvenil nafsu makan hilang gelembung renang kaku kadang-kadang tidak gerak
4. morfologi herpesvirus ictaluri pada ccv fish pox CHV _lele
è amplop, partikel icosahedral simetri, DNA, ukuran 175- 200 nm, nukleokapsid
5. host HSV (herpes salmon virus )
è host natural : Rainbow dan Steelhead singkatan air es
host rentan : Benih chum dan Chinok singkatan BnC
host resisten : Atlantic salmon dan Brown trout singkatan AnB
6. host dari carp pox
è common carp dan agasi carp.
7. nama lain herpes virus cyprinid CHV
è fish pox dan carp pox
8. sel yang digunakan untuk membiakkan HSV (herpes salmonis virus)
è CHSE-214 , RTF-1, RTG-2 singkatan R-C-R.
sel ini tidak tumbuh jika ditanam pada FHM, BB, BF-2
9. perubahan internal HSV (herpes salmon virus)-herpes-air laut
è pada ginjal, hati, dan limpa terjadi edematous, hyperplasia, congesti, dan necrosis. Selain itu terjadi juga pada otot skeletal berupa hemoragis dan nekrosis.
10. bagaimana cara mengetahui pertumbuhan virus penyebab fish pox
è dengan cara intranuclear cowdry tipe A. pada EPC tidak terjadi formasi sintia

11. penyebab CCVD (canel catfish virus disis )
è herpes virus ictalury è herpesvirus
12. perubahan eksternal CCVD-herpes
è cirri utama abdomen terdapat cairan warna kuning muda dalam rongga peritoneal. Exoptalmia,insang pucat,haemoragis pada dasar kulit
13. isolasi virus CCVD- herpes menggunakan
è BB, CCO, ginjal walking catfish, jantung ikan tilapia.è pertanyaannya kecuali….
14. bahan kimia yang digunakan untuk menginaktifkan CCV-herpes
è eter 20%, clorofom 5%, ultraviolet 20-40
15. tahapan pcr
è singkatan DAE, yaitu Denaturasi ( 94-96), Annealing ( 50-65), Ekstensi (72)
16. sel isolasi GSV reovirus
è GCK 84 dan jika diidentifikasi pake eliza
17. PERUBAHAN INTERnal IHN infeksius haemopotic necrosis-rabdo
è ciri2 utama rongga tubuh berisi cairan kekuning-kuningan jernih, digestic tract tidak berisi makanan, berisi lendir, petechiae pada mesentris, peritoneum, hati, ginjal, gelembung renang.
18. syarat vaksin yang digunakan pada Viral Haemoragic Septicaemia-salmon-rabdo
è vaksin inaktif, vaksin aktif, vaksin subunit (protein G) semuanya kelihatan pada sps
19. desinfektan untuk membunuh rhabdovirus
è formalin, sodium hydroxide dan chorine
20. host dari SGD-IRIDOVIRUS
è Epinephelus tauvina
21. ORGAN yang biasa untuk isolasi IPN-birnavirus
è 1. ginjal, 2.hati, 3. limpa, 4. pyloric cecae
22. sel untuk isolasi lympocystis –iridovirus
è sel BF-2 , masa inkubasi 23-25
23. perubahan internal SGD irido
è cirri utama ginjal bagian anterior bengkak, jantunx inflamasi, limpa bengkak, insang pucat
24. cara isolasi ENV-irido
è dengan cara ulas darah nucleus piknotik
25. penyebab ISA-mixovirus RNA
è mixovirus == golongan orthomyxoviridae
26. Sel untuk tumbuhkan GSV- reovi
è 1. FHM, 2. CHSE 214 3. BB ada 3 gt!!!!!!!
27. sample yang diambil untuk deteksi ikan carier IPN-birna
è 1. cairan ovarium 2. cairan seminal 3. feses
28. perubahan internal ipn-BIRNA
è pada bagian POSTERIOr stomatch berisi gelatin (bening seperti susu)
29. sifat lymphocystis –irido
è 1.stabil ultrasonifikasi , 2. sensitive pH diluar kisaran 6-9,
3. simpan pada suhu -70, 4. diinaktivasi dengan gliserol 50 %
30. cara pengendalian CCV-herpes
è karantin stok yang terinfeksi, desinfektasi kolam dengan 40 mg/L clorin, vaksin aktif (strain lemah)
31. peranan lectin
è merupakan protein atau glycoprotein yang mampu mengenal dan mengikat karbohidrat pada permukaan bakteri dan fungi. Tidak memunyai aktifitas enzimatik dan catalitik. Melumpuhkan atau mengaglutinasi mikroorganisme dan berfungsi sebagai opsonin
32. faktor2 yang mempengaruhi resistensi alami pada inang
è fagosit , NCC, monosit, makrofag,
33. sel hemosit pada system imun crustacea (py namanya sel hemosit)
è peran menetralkan partikel asinx dengan cara fagositosis, encapsulasi, produksi bahan anti microbial
34. peranan sel makrofag
è sel yang professional , fagosit professional.infiltrasi kedalam epidermis kulit
35. kemampuan sel semigranular pada crustacea
è 1.encapsulasi, 2.sitotoksik, 3.mengaktifkan ProPO, 4. fagositik
36. sel untuk mengisolasi SVCV- rabdo-rna
1.Fhm, 2.EPC, 3.Sel ovari ikan carp

37. vector SVCV- rabdo-rna
è 1.lintah, 2. argulus
38. cara identifikasi SVCV- rabdo-rna
è 1. netralisasi
39. penyebaran SVCV- rabdo-rna
è 1. cohabitat , 2.pakan yang terkontaminasi, 3. vector
40. uji mendeteksi SVCV- rabdo-rna
è1. imunoflourescent, 2. imunoperoksidase,
41. keberhasilan isolasi tergantung
è seleksi spesimen, koleksi spesimen,
42. obligat patogen
è mempunyai host untuk hidup, contoh virus,bakteri, parasit, protozoa
43. cara mengambil sample serum
è darah diambil tanpa antikoagulan, sebelum diuji dipanaskan suhu 56 selama 30 menit, untuk menghilangkan zat yang tidak spesifik dan komplemen, diambil 2x fase akut dan penyembuhan

44. sumber infeksi
è 1. ikan yang terinfeksi, 2. carier, 3. telur air,pakan,peralatan yng terkontaminasi
45. reservoir host melalui
è membran insang, mucus, feses, urin
46. arti infeksi
è keberadaan suatu patogen dalam tubuh
47. label enzim pada antigen eliza
è dilakukan uji eliza kompetitif dan eliza titrasi
48. perinsip uji aglutinasi
è direk ag partikel dan ab spesifik
indirek ag larut dilekatkan pada partikel Ag terhambat ditambah ab spesifik terjadi aglutinasi
aglutinasi pasif terbalik ag larut + ab spesifik terhambat terjadi aglutinasi

49. label enzim pada antibodi eliza
è double antibody sanwit eliza
50. penentuan antigen dengan eliza
è 1. elisa kompetitif, 2. elisa elisa titrasi, 3. double antibody sanwit eliza
4. indirect sandwich elisa
51. enzim yang digunakan untuk melabel ag dan ab
è HRP, AP, GOD, B-galaktosidase, glukoamilase, CAH, asetilkolin
52. elisa titrasi
è ab jumlah berlebih, aktifitas enzim berbanding terbalik dengan kadar ag dalam sampel
53. uji Hi prosedur alpa dan beta
è alpa =1 berarti virus encer
beta virus kontan
54. perinsip uji hambatan florencen
è
55. uji indirect sandwich elisa
è untuk penentuan ab
56. uji IPO
è ipo lansung menentukan ag
ipo tidak langsunx tidak perlu konjugat kusus untuk masinx2 AG
57. tujuan VN test
è menetralisasi infektifitas dari virus
58. èdiinkubasi dan diinokulasi pada host yang peka untuk mengetahui
59. morfologi IPN birnavirus
è RNA tdk amplop,
60. bahan kimia untuk inaktif virus IPN birnavirus
iodine dan clorin
61. gejala klinis eksternal limpocistis irido
è ada nodul pada sirip, kepala, permukaan tubuh

 

ini versi bahasa inggris nya :

Analysis of Fish Disease II

1. external change goals by cyprinid herpes (CHV)
èadanya keabuabuan milky white warts on the skin on the head fins or where else on the body surface-SELECT ONE
2. cell culture to breed fish pox virus attack CHV
è FHM, EPC, MCT, CE-1, short for FEM Ce,,,,,,, optimal temperature 20, replication 15 and not 10 and 25. – jwban can save, or bener all
3. Clinical symptoms of common carp pox stricken fish CHV
èpada adult fish showed no change and mobidity not visible. In juvenile sized fish swim bladder loss of appetite sometimes rigid motion
4. CCV herpesvirus morphology ictaluri in fish pox CHV _lele
è envelope, particle icosahedral symmetry, the DNA, the size of 175-200 nm, the nucleocapsid
5. host HSV (herpes virus salmon)
è natural host: Rainbow and Steelhead stands for water ice
susceptible host: Seed chum and Chinok abbreviation BNC
host resistance: Atlantic salmon and Brown trout acronyms ANB
6. host of carp pox
è Agasi common carp and carp.
7. AKAs CHV cyprinid herpes virus
è fish and carp pox pox
8. cells used to propagate HSV (herpes virus salmonis)
è CHSE-214, RTF-1, RTG-2 stands for R-C-R.
these cells do not grow if planted in FHM, BB, BF-2
9. internal changes HSV (herpes virus salmon)-herpes-sea
è the kidneys, liver, and spleen occurs edematous, hyperplasia, congesti, and necrosis. In addition it also occurs in skeletal muscle in the form of hemoragis and necrosis.
10. how to know the growth of pox viruses that cause fish
è intranuclear cowdry by type A. the EPC does not happen formation Sintia

11. cause CCVD (canel catfish virus disis)
è è ictalury herpesviruses herpes virus
12. external changes CCVD-herpes
è abdomen main characteristics are light yellow color liquid in the peritoneal cavity. Exoptalmia, pale gills, haemoragis on the basis of skin
13. CCVD-herpes virus isolation using
è BB, CCO, walking catfish kidney, heart, fish tilapia.è question but ….
14. chemicals used to inactivate CCV-herpes
è ether 20%, 5% clorofom, ultraviolet 20-40
15. stage PCR
è stands DAE, ie denaturation (94-96), annealing (50-65), Extension (72)
16. GSV reovirus isolated cell
è GCK 84 and if the identified use eliza
17. Internal changes haemopotic necrosis infectious Ihn-rabdo
ciri2 è main body cavity containing a yellowish clear liquid, digestic tract does not contain food, containing mucus, petechiae on mesentris, peritoneum, liver, kidneys, bubble pool.
18. terms used in the viral vaccine Haemoragic Septicaemia-salmon-rabdo
è inactivated vaccines, active vaccine, subunit vaccine (G proteins) are all visible on the sps
19. disinfectant to kill rhabdovirus
è formalin, sodium hydroxide and chorine
20. host of SGD-IRIDOVIRUS
è Epinephelus tauvina
21. ORGAN usual for the isolation of IPN-birnavirus
è 1. kidney, 2.hati, 3. spleen, 4. pyloric cecae
22. cells for isolation lympocystis-iridovirus
è BF-2 cells, an incubation period of 23-25
23. internal changes SGD irido
è The main characteristics of the anterior kidney swelling, inflammation jantunx, spleen swelling, pale gills
24. ENV-way isolation irido
è nucleus by blood pillowcase piknotik
25. ISA-mixovirus causes RNA
è mixovirus class == Orthomyxoviridae
26. Cells to grow GSV-reovi
è 1. FHM, 2. CHSE 214 3. BB there are 3 gt!!!!!!!
27. samples taken for the detection of carrier fish IPN-Birna
è 1. ovarian fluid 2. seminal fluid 3. Stool
28. internal changes IPN-Birna
è in the posterior stomatch containing gelatin (nodes such as milk)
29. lymphocystis nature-irido
è 1.stabil ultrasonifikasi, 2. sensitive pH outside the range of 6-9,
3. stored at -70, 4. inactivated with 50% glycerol
30. CCV-way control of herpes
è karantin infected stock, desinfektasi pool with 40 mg / L clorin, active vaccine (strain weak)
31. role of lectin
è are proteins or glycoproteins that can recognize and bind to carbohydrates on the surface of bacteria and fungi. Has no enzymatic activity and catalitik. Knocking out or agglutinate microorganisms and function as opsonin
32. faktor2 that affect natural resistance to the host
è phagocytes, NCC, monocytes, macrophages,
33. hemocyte cells in the immune system of crustaceans (py cells called hemocytes)
è role asinx neutralizing particles by phagocytosis, encapsulated, production of anti-microbial
34. role of macrophage cells
è professional cells, phagocytes professional.infiltrasi into the epidermis of the skin
35. the ability of cells to the crustacean semigranular
è 1.encapsulasi, 2.sitotoksik, 3.mengaktifkan PROPO, 4. phagocytic
36. cells to isolate RNA-SVCV-rabdo
1.Fhm, 2.EPC, carp fish ovaries 3.Sel

37. SVCV-rabdo vector-RNA
è 1.lintah, 2. Argulus
38. identification of SVCV-way rabdo-RNA
è 1. neutralization
39. spread of SVCV-rabdo-RNA
è 1. cohabitat, 2.pakan contaminated, 3. vector
40. test to detect SVCV-rabdo-RNA
E1. imunoflourescent, 2. imunoperoksidase,
41. success depends isolation
è specimen selection, collection of specimens,
42. obligate pathogens
è have a host for life, eg viruses, bacteria, parasites, protozoa
43. how to take a sample of serum
è blood was collected without anticoagulant, before being tested 56 heated temperature for 30 minutes, to remove specific substances and complement, taken 2x acute and healing

44. source of infection
è 1. infected fish, 2. carrier, 3. egg water, food, contaminated equipment yng
45. reservoir hosts through
è gill membranes, mucus, feces, urine
46. meaning infection
è the presence of a pathogen in the body
47. antigen enzyme label on eliza
è tested eliza eliza competitive and titration
48. perinsip agglutination test
è ag director of particles and specific ab
indirect ag soluble Ag particles embedded in specific ab happen hampered plus agglutination
reverse passive agglutination soluble ag + ab inhibited specific agglutination occurred

49. labeled antibody enzyme at eliza
è double antibody sanwit eliza
50. antigen determination by eliza
è 1. competitive elisa, 2. elisa elisa titration, 3. double antibody sanwit eliza
4. indirect sandwich elisa
51. enzymes used for labeling ag and ab
è HRP, AP, GOD, B-galactosidase, glucoamylase, CAH, acetylcholine
52. elisa titration
è ab excess amount, the enzyme activity is inversely proportional to the levels of ag in the sample
53. Hi test alpha and beta procedure
è alpha = 1 means the virus is diluted
virus beta cash
54. perinsip florencen resistance test
è
55. indirect sandwich elisa test
è for the determination of ab
56. IPO test
è ipo directly determine ag
ipo no unnecessary langsunx conjugate masinx2 specially for AG
57. VN test purposes
è neutralize the infectivity of the virus
58. èdiinkubasi and inoculated on a susceptible host to know
59. IPN morphology birnavirus
è RNA ill envelope,
60. chemicals for IPN virus inactivated birnavirus
iodine and clorin
61. External clinical limpocistis irido
è no nodules on fins, head, body surface

 

terima kasih telah membaca Seabass86@wordpress.com
salam Kenal, dan salam hangat

nama saya : Andy Setyo Widodo

no telp : 0856 551 951 86, 0813 1475 04 90, (031) 50 57 100

berasal dari : surabaya , jawa timur, unair,anak perikanan

{sekarang bekerja di Bank BRI Kantor Cabang Pembantu Ngagel Surabaya }

{bagian Marketing pinjaman Untuk Usaha},

{mari silahkan hubungi saya jika ingin konsultasi Pinjaman untuk Usaha }

{Terima Kasih}

Posted in 2 | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Tips memakai printer dengan tinta infus

Posted by seabass86 pada Januari 1, 2013

ini versi bahasa indonesia :

Printer merupakan alat untuk mencetak apa saja dalam bentuk tinta diatas kertas yang kita sediakan serta mempunyai ukuran yang bermacam-macam sesuai dengan ukuran yang kita inginkan. Printer juga memiliki umur dan bermacam-macam merknya. Printer pada perinsipnya itu alat untuk mencetak dari media elektronik dalam hal ini komputer, camera ataupun scanner yang intinya hasil karya kita akan dicetak dalam suatu media kertas dan sesuai dengan ukuran kita.
Printer yang dalam keadaan baru kita dari toko akan mendapatkan : disc driver, kabel data, kabel listrik tatakan untuk hasil printer, buku petunjuk, dan juga garansi (pasti dapat dan jika tidak itu berarti printer second). Selanjutnya kita dipermasalahkan dengan kondisi tinta yang akan dipakai. Ada yang beberapa printer boros dalam memakai tinta dan ada juga printer yang irit. Untuk mengatasi itu maka ada beberapa solusi diantaranya memakai tinta infus. Tinta dengan menggunakan infus memang agak sedikit mahal sekitar Rp.200-300 ribu, tetapi harga mahal tersebut terbayar dengan keawetan serta iritnya pemakaian tinta selama bertahun-tahun, tentunya juga dengan adanya perawatan.
Adapun beberapa perawatan untuk pemakaian printer diantaranya :
1. Bukalah tutup tempat tinta jika akan dipakai untuk mencetak.
2. Jangan mencetak dahulu sebelum anda menklik bagian maintenance dan di head cleaning. Jika printer khususnya tinta infus jarang dipakai. Jika telah usai maka silahkan cetak sesuai dengan keinginan anda.
3. Jika anda memakai printer khususnya infus, itu jangan mencetak terlalu banyak, karena ketidak mampuan mesin jika harus terus menerus bekerja mencetak. Biasanya saya cetak 10 lembar, maka harus dimatikan dan dinyalakan lagi ( semacam di restat gitu) bertujuan agar printer yang menggunakan infus ini tetap awet dan tidak cepat rusak.
4. Jangan terlalu banyak menaruh kertas ditatakan sebelum mencetak, karena beban yang diterima akan merugikan roll dalam mesin printer,yang mengakibatkan priter jadi error.
5. Jika mengisi tinta dalam kotak infus itu jangan terlalu banyak dan harus diisi secukupnya saja toh nanti jika kurang kita juga akan mengisi lagi. Hal ini menurut saya agar tekanan yang diberikan pada selang tidak terlalu berlebihan, serta dapat mengawet kondisi printer infus ini.
6. Jika setelah di head cleaning maka akan dibuang oleh selang kecil di belakang printer, maka ceklah! Jika telah penuh buanglah pada selokan. Jika tidak maka tempat printer anda akan kotor dan rusuh dan jorok.
7. Printer harus dipakai setiap hari,minimal setiap hari 1 lembar di cetak.agar tekanan tetap baik.
Demikianlah sedikit berita dan tips dari saya semoga printer infus yang anda miliki awet dan baik. Dan itu kebetulan saya memiliki printer dan di modifikasi infus merk epson stylus C 90, dan alhamdulilah sudah hampir 3 tahun tidak terjadi apa-apa berkat kita selalu merawat printer seperti tips saya tadi

ini versi bahasa inggrisnya :

The printer is a tool to print anything in the form of ink on paper that we provide as well as having a variety of sizes according to the size we want. The printer also has age and an assortment of brand. Printer on perinsipnya it means to print electronic media in this case a computer, camera or scanner is essentially the result of our work will be printed in a paper medium and according to our size.
Printers that in our new state of the stores will get: driver disc, data cable, power cable mats to yield printer, user guide, and warranty (be sure and if that means a second printer). Furthermore, we question the condition of the ink to be used. There are several printers wasteful in the use of ink and there is also an economical printer. To overcome that then there are some solutions such as using ink infusion. Inks using infusion is a little bit expensive at around Rp.200-300 thousand, but the high price paid for itself with the durability and iritnya ink usage over the years, of course, also with the treatment.
The number of treatments for printer usage include:
1. Open the lid where the ink will be used for printing.
2. Do not print before you click a part in the maintenance and cleaning head. If the printer ink specially infusion rarely used. If it was over then please print your liking.
3. If you use a particular printer infusion, it should not print too much, because of the inability of the machine if it should continue to work to print. Usually I print 10 sheets, it must be turned off and on again (like in restat so) aims to printers that use this infusion to remain durable and not easily damaged.
4. Do not put too much ditatakan paper before printing, because the burden of harm received will roll in the printer, resulting priter be error.
5. If the ink fills in the box infusion was not too much and should be sparingly anyway later if less we will fill up again. It seems to me that the pressure exerted on the hose is not too overwhelming, and can mengawet infusion printer’s condition.
6. If after cleaning the head will be thrown by a small hose behind the printer, then Please check! If you have a full cast on the gutter. If not then where the printer will be dirty and violent and nasty.
7. The printer should be worn every day, every day at least one sheet at a constant pressure cetak.agar well.
So a few news and tips from me hopefully infusion printer you have durable and good. And it happened to my own printer and modified infusion brands epson stylus C 90, and thank God been almost 3 years did not happen thanks to the printer as we always take care of my earlier tips

By: andy setyo widodo.060310083 P, unair-perikanan. Fakultas perikanan dan kelautan Universitas Airlangga, surabaya, jawatimur, indonesia, Asia Tenggara.sardines86@gmail.com

terima kasih telah membaca Seabass86@wordpress.com
salam Kenal, dan salam hangat

nama saya : Andy Setyo Widodo

no telp : 0856 551 951 86, 0813 1475 04 90, (031) 50 57 100

berasal dari : surabaya , jawa timur, unair,anak perikanan

{sekarang bekerja di Bank BRI Kantor Cabang Pembantu Ngagel Surabaya }

{bagian Marketing pinjaman Untuk Usaha},

{mari silahkan hubungi saya jika ingin konsultasi Pinjaman untuk Usaha }

{Terima Kasih}

Posted in 3 | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

ALAT TANGKAP PERIKANAN

Posted by seabass86 pada Januari 1, 2013

ini versi indonesia :

ALAT TANGKAP PERIKANAN

1. Definisi Alat Tangkap

Pole / Rod and line atau disebut biasa juga dengan “pancing gandar” karena pancing ini
menggunakan gandar, walesan, joran atau tangkal ( rod or pole ). Jadi semua pancing yang
menggunakan gandar sebenarnya adalah pole and line, walaupun terakhir salah kaprah karena
sebutan pole and line hanya untuk penagkapan cakalang. Pada pengoperasiannya ia dilengkapi
dengan umpan, baik umpan benar ( true bait ) dalam bentuk mati atau hidup maupun umpan
tipuan ( imitasi ).

2. Sejarah alat tangkap
Ikan tuna sudah dikenal manusia sejak zaman batu, hal ini dibuktikan dengan ditemukannya
alat penangkap ikan dengan menggunakan pancing dari tanduk dan perahu jukung kuno. Pada
awalnya pole atau gandar terbuat dari bahan tradisional seperti bambu atau kayu namun
seiring dengan kemajuan zaman, bahan pole atau gandar berkembang sehingga terbuat dari
metal atau fiberglaas. Di Jepang, pancing pertama dikenalkan pada abad 8 yang terbuat
dari metal, dan kemudian ditemukan jaring untuk skipjack atau cakalang pada abad 12.
Pada awalnya penangkapan ikan menggunakan pole and line menggunakan perahu jukung kemudian
berkembang menjadi perahu dayung, perahu layar dan akhirnya berkembang menjadi kapal layar
besar pada abad 19. Dan sekarang kapal pole and line sudah menggunakan mesin/motor yang
modern.

ini versi bahasa inggris :

TOOLS CAPTURE FISHERIES
1. Definition Capture Device

Pole / Rod and line or commonly also called the “rod axle” because this rod
using axle, walesan, rod or talisman (rod or pole). So all fishing
using the actual axle is pole and line, although recent misguided because
designation pole and line skipjack only to arrests. In operation it has
with bait, lures both correct (true temple) in the form of dead or alive or bait
deception (imitation).

2. History of fishing gear
Tuna has been known to man since the stone age, this is evidenced by the discovery of
using fishing gear fishing from a boat horn and ancient boats. on
Initially pole or axle is made of traditional materials such as bamboo or wood, but
along with the progress of time, the material developed so that the pole or axle is made of
metal or fiberglaas. In Japan, the first rod introduced at the 8th century made
of the metal, and then found the net for skipjack or skipjack tuna in the 12th century.
At first fishing using pole and line using boats boat later
evolved into paddle boats, sailboats and eventually evolved into a sailing ship
Great in the 19th century. And now the pole and line vessels are already using the engine / motor
modern.

diakses dari tugas :
andy setyo w/085655195186
universitas airlangga
budidaya perikanan unair surabaya
access :nilotica86@yahoo.com

terima kasih telah membaca Seabass86@wordpress.com
salam Kenal, dan salam hangat

nama saya : Andy Setyo Widodo

no telp : 0856 551 951 86, 0813 1475 04 90, (031) 50 57 100

berasal dari : surabaya , jawa timur, unair,anak perikanan

{sekarang bekerja di Bank BRI Kantor Cabang Pembantu Ngagel Surabaya }

{bagian Marketing pinjaman Untuk Usaha},

{mari silahkan hubungi saya jika ingin konsultasi Pinjaman untuk Usaha }

{Terima Kasih}

Posted in 1 | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

jenis media isolasi

Posted by seabass86 pada Januari 1, 2013

ini versi bahasa indonesia :

Jenis Media Isolasi

A. Media umum atau media non selektif
1. Nutrien Agar ( NA )
Merupakan media isolasi yang kaya dan subur, untuk tujuan tertentu media ini dapat ditambahkan darah
2. Blood Agar ( BA )
Merupakan media isolasi, yang mengandung darah defibrinasi
3. Trypticase Soya Agar ( TSA )
Merupakan media isolasi yang kaya dan subur dan banyak digunakan untuk menumbuhkan bakteri dari ikan dan udang.

B. Media selektif
1. Mac Conkey Agar ( MCA )
Media selektif untuk isolasi dan identifikasi bakteri Gram negatif terutama bakteri yang berasal dari tinja dan urin.
2. Salmonella Shigella Agar ( SSA )
Merupakan media yang mempunyai selektif tinggi untuk isolasi salmonella sp
3. Thiosulfate Citrate Bilesalt Sucrose ( TCBS )Agar
Media selektif untuk isolasi Vibrio sp

C. Media Differensial
1. Blood Agar ( BA )
Media ini untuk membedakan antara bakteri yang dapat membedakan antara bakteri yang dapat menghemolysa darah dengan yang tidak dapat menghemolysa
2. Mac Conkey Agar ( MCA )
Media ini digunakan untuk membedakan bakteri yang memfermentasi laktosa dan yang tidak memfermentasi laktosa.
3. Eosin Methylene Blue ( EMB )
Digunakan untuk membedakan antara Escherichia coli dengan bakteri yang lain.

Jenis Media Identifikasi Uji Biokimia
1. Triple Sugar Iron Agar ( TSIA )
Merupakan media padat untuk membedakan sifat-sifat kuman secara biokimia
2. Sulfide Indol Motility ( SIM Medium )
Merupakan media yang berfungsi untuk mengetahui terbentunya sulfide, indol dan mengetahui pergerakan kuman
3. Metil Red and Voges Proskauer ( MR-VP Medium )
Merupakan media yang digunakan untuk mengetahui terbentuknya asam setelah ditetesi dengan reagen MR, sedangkan test VP digunakan untuk mengetahui terbentuknya asetil metil karbonil.
4. Simmon’s Citrat Agar
Merupakan media yang berfungsi untuk mengetahui kemampuan kuman dalam memanfaatkan natrium citrat sebagai sumber carbon untuk keperluan hidupnya.
LAPORAN PRAKTIKUM II

Organ yang digunakan adalah daging dari bagian tubuh udang
Media yang digunakan Trypticase Soya Agar ( TSA )
Suhu 25-30 ° C
Lamanya + 1- 2 hari
Gambarnya :

Koloni yang tumbuh ada 2-3 koloni.
Bentuknya bulat, ukuran + 0,25 mikrometer, permukaan mengembang, terdapat pigmen berwarna kuning
Dilakukan pewarnaan gram sebagai berikut :
1. bahan diambil sedikit untuk pemeriksaan
2. berilah cairan gratin violet dan dipanaskan
3. bilas dengan air bersih
4. Beri safranin dan cuci dengan air
5. hasil yang didapat gram negatif dengan berwarna merah
berikut gambaran dari pelaksanaan pewarnaan gram

LAPORAN PRAKTIKUM III

Organ yang digunakan adalah daging dari bagian tubuh udang
Media yang digunakan Trypticase Soya Agar ( TSA )
Suhu 25-30 ° C
Lamanya + 1- 2 hari
Gambarnya :

Koloni yang tumbuh ada 2-3 koloni.
Bentuknya bulat, ukuran + 0,25 mikrometer, permukaan mengembang, terdapat pigmen berwarna kuning
Dilakukan pewarnaan gram sebagai berikut :
1. bahan diambil sedikit untuk pemeriksaan
2. berilah cairan gratin violet dan dipanaskan
3. bilas dengan air bersih
4. Beri safranin dan cuci dengan air
5. hasil yang didapat gram negatif dengan berwarna merahberikut gambaran dari pelaksanaan pewarnaan gram. Hasilnya termasuk gram positif

LAPORAN PRAKTIKUM VI

Organ yang digunakan adalah daging dari bagian tubuh ikan air tawar.
Media yang digunakan Sabouraud Dextrose Agar + antibiotik.( S D A )
Suhu 20-25 ° C
Lamanya 1 hari
Cara Kerja :
1. siapkan media
2. ambil 0,2 ml kuman dan masukkan pada media
3. Ambil cotton but dan aquades serta oleskan pada media
4. biarkan selama 1 hari
Gambarnya :

Koloni yang tumbuh ada 2-3 koloni.
Bentuknya bulat, ukuran + 0,75 mikrometer, permukaan mengembang, terdapat pigmen berwarna kuning dan ada sedikit memutih.

 

ini versi bahasa inggrisnya :

Isolation Media Types

A. Public media or non-selective media
1. Nutrient Agar (NA)
Isolation media is rich and fertile, for a particular purpose media can be added blood
2. Blood Agar (BA)
An insulating medium, which contains blood defibrinasi
3. Trypticase Soya Agar (TSA)
Isolation media is rich and fertile and widely used to grow bacteria from fish and shrimp.

B. Selective Media
1. Mac Conkey Agar (MCA)
Selective medium for the isolation and identification of Gram-negative bacteria, especially bacteria from feces and urine.
2. Salmonella Shigella Agar (SSA)
Is a medium that has a high selective isolation of Salmonella sp
3. Thiosulfate citrate Bilesalt sucrose (TCBS) order
Selective medium for the isolation of Vibrio sp

C. Differential Media
1. Blood Agar (BA)
This media to distinguish between bacteria that can distinguish between bacteria that can menghemolysa blood that can not be menghemolysa
2. Mac Conkey Agar (MCA)
The media is used to distinguish bacteria that ferment lactose and do not ferment lactose.
3. Eosin Methylene Blue (EMB)
Used to distinguish between the bacterium Escherichia coli to another.

Biochemical Identification Test Media Types
1. Triple Sugar Iron Agar (TSIA)
Is a solid medium to distinguish the properties of the biochemical germs
2. Sulfide Indole Motility (SIM Medium)
Is a medium that serves to determine the inception of sulfide, indole and knowing the movement of bacteria
3. Methyl Red and Voges Proskauer (MR-VP Medium)
Media is used to determine the acid formation after spilled with reagents MR, whereas VP test is used to determine the formation of methyl acetyl carbonyl.
4. Simmon’s citrat order
Is a medium that serves to determine the ability of bacteria to utilize sodium citrat as carbon source for the purpose of his life.
REPORT PRACTICUM II

Organ used is the meat of the shrimp body
Media used Trypticase Soya Agar (TSA)
Temperature of 25-30 ° C
+ The duration of 1-2 days
The pictures:

Colonies that grow there are 2-3 colonies.
Rounded shape, size + 0.25 micrometers, the surface expands, there is a yellow pigment
Gram staining performed as follows:
1. material taken little for examination
2. Give gratin violet liquid and heated
3. rinse with clean water
4. Give safranin and wash with water
5. gram-negative results obtained with red
The following overview of the implementation of the gram staining

REPORT PRACTICUM III

Organ used is the meat of the shrimp body
Media used Trypticase Soya Agar (TSA)
Temperature of 25-30 ° C
+ The duration of 1-2 days
The pictures:

Colonies that grow there are 2-3 colonies.
Rounded shape, size + 0.25 micrometers, the surface expands, there is a yellow pigment
Gram staining performed as follows:
1. material taken little for examination
2. Give gratin violet liquid and heated
3. rinse with clean water
4. Give safranin and wash with water
5. gram-negative results obtained with colored merahberikut overview of the implementation of the gram staining. The results include gram-positive

PRACTICUM REPORT VI

Organ used is the meat of freshwater fish body parts.
Media used Sabouraud Dextrose Agar + antibiotics. (SDA)
Temperature of 20-25 ° C
The duration of 1 day
How It Works:
1. prepare media
2. take 0.2 ml of bacteria and insert the media
3. Take cotton but and distilled water and dab on media
4. let stand for 1 day
The pictures:

Colonies that grow there are 2-3 colonies.
Rounded shape, size + 0.75 micrometers, the surface expands, there is a yellow pigment and a little white.

by : andy setyo w, 060310083 P,
085655195186.
nilotica86@yahoo.com.
sardines86@gmail.com
unair,perikanan.
universitas airlangga surabaya,
jawa timur indonesia, asia tenggara.

terima kasih telah membaca Seabass86@wordpress.com
salam Kenal, dan salam hangat

nama saya : Andy Setyo Widodo

no telp : 0856 551 951 86, 0813 1475 04 90, (031) 50 57 100

berasal dari : surabaya , jawa timur, unair,anak perikanan

{sekarang bekerja di Bank BRI Kantor Cabang Pembantu Ngagel Surabaya }

{bagian Marketing pinjaman Untuk Usaha},

{mari silahkan hubungi saya jika ingin konsultasi Pinjaman untuk Usaha }

{Terima Kasih}

Posted in 2 | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Aplikasi QPCR dalam Manajemen kesehatan ikan karantina

Posted by seabass86 pada Januari 1, 2013

ini versi bahasa indonesianya :

Aplikasi QPCR dalam Manajemen kesehatan ikan karantina

Aplikasi QPCR dalam Manajemen kesehatan ikan karantina
QPCR dalam manajemen sangat penting. QPCR mempunyai kemampuan sensitif yang sangat tinggi. QPCR ini menggunakan copi DNA yang sangat sedikit. QPCR sangat baik dan dapat sebagai deteksi awal untuk mengidentifikasi suatu penyakit dengan waktu singkat, maka akan cepat pula perubahan terhadap lingkungan untuk menghindari patogen yang ada. Beberapa keuntungan menggunakan waktu yang singkat dan mengurangi populasi kematian.
Hal kedua pada QPCR, adalah sangat menghemat waktu dalam pengerjaannya dan secara cepat untuk cepat mendiagnosa dari suatu tempat lokasi. Jika dengan pemeriksaan laboratorium memerlukan waktu 3 – 4 hari, maka dengan menggunakan QPCR menempuh waktu 3 – 4 jam. Metode yang dipakai juga sangat sederhana yang dengan sangat cepat dan sensitif dapat menerka adanya suatu bakteri dan virus yang menyerang ikan yang diperiksa. QPCR juga sangat berguna dan sangat sensitif dengan ikan yang dengan masa juvenil. Pada pemeriksaan QPCR ini menggunakan sedikit ikan untuk mendeteksi suatu penyakit dari suatu penyakit, dengan keuntungan ini merupakan utama dalam manajemen kesehatan ikan.Dengan menggunakan QPCR sangat sensitif dan cepat dalam untuk mengerti sifat virus yang menginfeksi suatu ikan.
Keuntungan yang didapat dari aplikasi untuk manajemen kesehatan ikan :
1. Cepat mendeteksi dan mengetahui perjalanan virus secara vertikal
Hal ini dapat dilihat adanya perjalanan vertikal virus dalam menyerang suatu ikan, bisa dilihat pada virus IHNV dan Cold Water disease, dapat dilihat dengan cepat secara vertikal dalam hal penyerangan terhadap virus.
2. Cepat mendeteksi awal penyerangan penyakit pada ikan tahap juvenil.
Hal ini untuk mendeteksi terhadap juvenil ikan agar nantinya tidak menjamah pada saat dewasa.pada biasanya memakai FAT dengan uji elisa dan dengan waktu yang lama dan banyak jaringan yang mendeteksi hal tersebut. Maka dengan QPCR hal itu dapat cepat ditangani dan cepat mengetahui bahwa ikan tersebut terserang suatu patogen.
3. Kematian sampling yang dibawa sedikit
Dengan menggunakan QPR kematian pada sampling yang diteliti sangat sedikit dan hasilnya tidak memerlukan sampling yang banyak.
4. Kesesuaian deteksi patogen dalam kualitas air dan lingkungan
Dengan QPCR dapat dengan cepat mendeteksi dari kualitas air dan lingkungan perairan yang sangat sensitif
5. Penilaian kuantitatif dengan metode yang sederhana dan cepat
QPCR juga baik dan sangat sensitif digunakan pada saat coleksi dan screening.
6. Mengetahui secara cepat ikan yang terserang obat antibiotik atau parasit.
7. Dapat mengetahui pertama dan cepat ikan dari suatu populasi ikan selain itu juga hal regional suatu daerah
8. Baik untuk mencari kualifikasi dari metode klasifikasi bakteri , virus , dan parasit

Aplikasi QPCR telah sering digunakan di banyak digunakan diantaranya california(nevada), Idaho, Columbia, Olympia, Pinetop, Lacrose, amerika selatan, Lamar, Bozeman.
 Pada negara bagian california ditemukan jenis virus IHNV dan flavobakterium. Pada bagian induk ditemukan renibakterium dengan rosete agen.
 Pada negara bagian Idaho, system ini menemukan virus chinnok pada salmon.
 Pada bagian negara Coho ditemukan pada stok salmon yang biasa disebut cold water diases.
 Pada bagian negara olimpia ditemukan virus dari perkiraan ditemukan cold water diases.
 Pada bagian negara pinetop ditemukan virus dari QPCR berupa razorback sucker.
 Pada bagian Lacrose dengan QPCR ditemukan virus golongan mixovirus pada ikan trout.
 Pada bagian selatan Amerika uji QPR ditemukan LMBV, channel catfish virus,swim bladder.
 Pada bagian negara lamar dengan QPCR ditemukan ISA virus.
 Pada bagian negara bozeman dengan q PCR ditemukan dari virus iridovirus, jamur,dan parasit lain.

 

ini versi inggrisnya :

QPCR applications in quarantine fish health management
QPCR applications in quarantine fish health management
QPCR in management is very important. QPCR has very high sensitive capabilities. QPCR uses very little DNA copies. QPCR is very good and can be as early detection to identify a disease with a short time, it will be faster the changes to the environment to avoid existing pathogens. Some advantages of using such a short time and reduce the population mortality.
The second thing on QPCR, was greatly save time in the process and quickly to rapidly diagnose the location of a place. If the laboratory takes 3-4 days, then using QPCR take time 3-4 hours. The method used is also very simple, very fast and sensitive to guess the presence of a bacterium and a virus that attacks the fish were examined. QPCR also very useful and very sensitive to the period of juvenile fish. On examination QPCR using little fish to detect a disease from a disease, the main advantage is in health management ikan.Dengan using highly sensitive and fast QPCR to understand the nature of the virus that infect the fish.
The benefits of the application for fish health management:
1. Rapidly detect and determine the virus traveling vertically
It can be seen in the vertical travel in attacking a fish virus, can be seen on the virus and Cold Water IHNV disease, can be seen quickly vertically in terms of attacking the virus.
2. Rapidly detect attack early juvenile stages of disease in fish.
This is to detect the juvenile fish so that they would not touch upon dewasa.pada usually wear FAT with elisa test and with a long time and a lot of tissue to detect it. So with QPCR it can be quickly addressed and quickly learned that the fish are attacked by a pathogen.
3. Death sampling carried little
By using QPR mortality in the studied sampling very small and the results do not require a lot of sampling.
4. Suitability detection of pathogens in water quality and the environment
By QPCR can quickly detect water quality and aquatic environment are very sensitive
5. Quantitative assessment with a simple and rapid method
QPCR was also good and very sensitive when used coleksi and screening.
6. Knowing the fish quickly attacked antibiotics or parasites.
7. Can find out first and quickly fish from a fish population but it is also a regional thing region
8. Good for search qualification of the method of classification of bacteria, viruses, and parasites

QPCR applications has often been used in widely used among california (nevada), Idaho, Columbia, Olympia, Pinetop, Lacrose, South America, Lamar, Bozeman.
 In the state of california found IHNV strain and flavobakterium. At the parent found renibakterium with Rosete agent.
 In the state of Idaho, the system found a virus chinnok on salmon.
 In the state Coho salmon stocks found in the so-called cold water assessed.
 In the country of the estimated olimpia discovered virus was found cold water assessed.
 In the state of QPCR pinetop virus found in the form Razorback sucker.
 In the Lacrose by QPCR found a virus in trout mixovirus group.
 In the southern United QPR test found LMBV, channel catfish virus, swim bladders.
 In the countries applying the ISA virus found QPCR.
 In the state with q PCR bozeman found iridovirus viruses, fungi, and other parasites.

terima kasih telah membaca Seabass86@wordpress.com
salam Kenal, dan salam hangat

nama saya : Andy Setyo Widodo

no telp : 0856 551 951 86, 0813 1475 04 90, (031) 50 57 100

berasal dari : surabaya , jawa timur, unair,anak perikanan

{sekarang bekerja di Bank BRI Kantor Cabang Pembantu Ngagel Surabaya }

{bagian Marketing pinjaman Untuk Usaha},

{mari silahkan hubungi saya jika ingin konsultasi Pinjaman untuk Usaha }

{Terima Kasih}

Posted in 1 | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

POLE AND LINE

Posted by seabass86 pada Januari 1, 2013

ini versi bahasa indonesianya :

Konstruksi umum POLE AND LINE
Pole and line terdiri dari gandar yang bisanya terbuat dari bambu ( bamboes pole ),
tali pancing dan mata pancing. Bentuk kapal pole and line memiliki beberapa kekhususan
antara lain : Bagian atas dek kapal bagian depan terdapat plataran ( flat form ) yang
digunakan sebagai tempat memancing. Dalam kapal harus tersedia bak-bak untuk penyimpanan
ikan umpan yang masih hidup. Pada kapal pole and line ini harus dilengkapi sistem semprotan
air ( water splinkers system ) yang dihubungkan dengan suatu pompa. Sedangkan tenaga
pemancing jumlahnya bervariasi misalnya saja untk kapal ukuran 20 GT dengan kekuatan
40-60 HP, tenaga pemancingnya berjumlah 22-26 orang, dengan ketentuan sebagai berikut
1 orang sebagai kapten, 1 motoris, 1-2 orang pelempar umpan, 1 orang sebagai koki dan
sisanya sebagai pemancing.

 

ini versi bahasa inggrisnya :

General construction POLE AND LINE
Pole and line consists of axle usually made ​​of bamboo (bamboes pole),
fishing line and hook. Forms of pole and line vessels have some specificity
include: The upper deck of the boat the front there plataran (flat form)
used as a fishing spot. The ship should be available for storage tanks
bait fish are still alive. In the pole and line vessels should be equipped spray system
(water splinkers system) which is connected to a pump. while the power
the amount varies for example anglers remedy vessel measures 20 GT with power
40-60 HP, power pemancingnya numbered 22-26 people, with the following
1 person as captain, 1 motor, bait throwers 1-2 people, 1 person as a chef and
remainder as anglers.

ANDY S W/ 085655195186/ BP 2003/GARAPAN TUGAS

terima kasih telah membaca Seabass86@wordpress.com
salam Kenal, dan salam hangat

nama saya : Andy Setyo Widodo

no telp : 0856 551 951 86, 0813 1475 04 90, (031) 50 57 100

berasal dari : surabaya , jawa timur, unair,anak perikanan

{sekarang bekerja di Bank BRI Kantor Cabang Pembantu Ngagel Surabaya }

{bagian Marketing pinjaman Untuk Usaha},

{mari silahkan hubungi saya jika ingin konsultasi Pinjaman untuk Usaha }

{Terima Kasih}

Posted in 1 | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

ALAT TANGKAP Yang digunakan di daerah makasar (appliance catch fisheries in makassar)

Posted by seabass86 pada Desember 31, 2012

ini versi bahasa indonesianya :

ALAT TANGKAP Yang digunakan di daerah makasar Secara khusus, beberapa alat tangkap yang dominan digunakan di Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep, dan Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, antara lain: (1) Pancing Pancing banyak digunakan untuk memancing ikan pelagis seperti ikan tenggiri, ikan tongkol dan cumi-cumi. Alat tangkap jaring memiliki selektivitas yang tinggi terhadap hasil tangkapan. (2) Jaring Insang Selain digunakan untuk menangkap ikan, jaring insang di Kecamatan Liukang Tupabbiring lebih banyak digunakan untuk menangkap Kepiting Rajungan (Portunus pelagicus). 85 % penduduk pulau-pulau di Kecamatan Liukang Tupabbiring yang berdekatan dengan daratan Pulau Sulawesi menggunakan jaring untuk menangkap kepiting rajungan tersebut. Setiap kepala keluarga menggunakan jaring minimal 1-2 kilometer panjangnya. Karena banyaknya alat tangkap kepiting yang beroperasi di sekitar perairan Liukang Tupabbiring dalam kurun 10 tahun terakhir, populasi dan ukuran kepiting rajungan menurun sangat drastis. Hal ini dapat kita dilihat dari semakin menurunnya hasil tangkapan oleh nelayan dan ukurannya cenderung semakin kecil. Melihat kenyataan tersebut, diperlukan upayaupaya yang terencana dan berkesinambungan untuk mengembalikan keberadaan populasi kepiting rajungan di wilayah tersebut melalui kegiatan budidaya dan restocking. (3) Cantrang Cantrang merupakan alat tangkap ikan demersal yang pada prinsipnya terdiri dari bagian kantong, badan, sayap dan mulut, dengan bahan yang terbuat dari bahan serat polyethylene (Subani dan Barus, 1989). Prinsip pengoperasian alat tangkap cantrang yaitu melingkarkan tali selambar dan sayap seluas-luasnya pada daerah penangkapan kemudian menarik tali selambar dan mempersempit ruang gerak ikan dengan bagian sayap sehingga ikan yang berada di dekat mulut dapat masuk kedalam kantong dan sayap berfungsi sebagai penghalau dan penggiring ikan masuk ke dalam kantong (Sudirman dan Mallawa, 2004). Prinsip pengoperasian Cantrang di Kecamatan Liukang Tupabbiring dan Kecamatan Ujung Tanah hampir sama dengan trawl yaitu dengan jalan menarik alat tangkap tersebut sehingga mengaduk-aduk substrat perairan yang dilaluinya. Hal ini dapat menyebabkan rusaknya ekosistem yang dilaluinya serta dapat menangkap ikan-ikan yang berukuran kecil sebab mesh size-nya yang sangat kecil. (4) Purse seine 299 Purse seine atau lebih dikenal dengan istilah Rengge/Gae (Bahasa Makassar) banyak digunakan oleh masyarakat di Kecamatan Liukang Tupabbiring dan Kecamatan Ujung Tanah untuk menangkap ikan-ikan pelagis. Purse seine ini dapat dioperasikan pada waktu malam dan siang hari. Pada waktu malam hari, alat tangkap ini menggunakan lampu untuk menarik ikan-ikan untuk berkumpul dan selanjutnya akan ditangkap dengan menggunakan purse seine. Sedangkan pada waktu siang hari, alat tangkap ini dioperasikan pada daerah yang telah banyak ikannya. (5) Bagan Bagan yang dioperasikan di Kecamatan Liukang Tupabbiring dan Kecamatan Ujung Tanah sebagian besar menggunakan perahu sehingga disebut bagan perahu (2 perahu) dan bagan rambo (1 perahu). Alat tangkap ini dioperasikan pada waktu malam dengan menggunakan lampu untuk menarik ikan-ikan untuk berkumpul. Selain bagan perahu, masyarakat banyak pula memsang bagan tancap yang dibangun di wilayah pesisir dengan menggunakan bambu sebagai rangkanya. (6)Selain berbagai jenis alat tangkap tersebut di atas, penggunaan bom dan potassium sianida untuk mendapatkan ikan-ikan karang banyak pula dilakukan di Perairan Liukang Tupabbiring dan Ujung Tanah. Dampak dari kegiatan destruktif fishing tersebut adalah terjadinya kerusakan ekosistem terumbu karang dan menurunnya sumber daya perikanan di kedua wilayah tersebut. Kerusakan terumbu karang dan menurunnya sumberdaya perikanan berimplikasi terhadap semakin jauhnya daerah penangkapan (fishing ground) dari fishing base, misalnya, di wilayah perairan sekitar Laut Flores, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur bahkan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

ini versi bahasa inggrisnya :

The CAPTURE TOOL used in the makasar In particular, some of the dominant gear used in District Liukang Tupabbiring, Pangkep District, and the District of Ujung Tanah, Makassar, South Sulawesi, among others: (1) Fishing Rod is widely used for pelagic fish such as mackerel, tuna and squid. Gear mesh has a high selectivity towards the catch. (2) In addition to Gill nets are used to catch fish, gill nets in Sub Liukang Tupabbiring more used to catch crabs Rajungan (Portunus pelagicus). 85% population of the islands in District Liukang Tupabbiring mainland adjacent to the island of Sulawesi to use a net to catch the crabs crab. Each head of household using the net at least 1-2 miles long. Since the number of crab fishing gear that operates in waters around Liukang Tupabbiring in the past 10 years, and the size of the crab crab population declined drastically. This can be seen from the decline in the catch of the fishermen and their size tends to be smaller. Given this reality, it may take a planned and sustainable upayaupaya to restore the crab population crab presence in the region through aquaculture and restocking. (3) Cantrang Cantrang a demersal fishing gear which consisted principally of the bag, body, wings and mouth, with a material made from polyethylene fibers (Subani and Barus, 1989). The principle of operation of fishing gear that is looped rope cantrang selambar and wing broadest in the fishing area and then pull the rope selambar and narrow the space for the fish with the wings so that the fish near the mouth can get into the pocket and wing serves as a blocker and into the fish drover in bags (Sudirman and Mallawa, 2004). The principle of operation of Liukang Tupabbiring Cantrang in District and Sub End Land is almost the same as the trawl is to pull the gear so that the substrate churning waters in its path. This can lead to the destruction of ecosystems in its path and can catch fish for small mesh size because it is very small. (4) Purse seine Purse seine 299 or better known as Rengge / Gae (Makassar Language) is widely used by people in the district and sub-district Liukang Tupabbiring Edge Land to catch pelagic fish. Purse seine can be operated at night and during the day. At night time, gear uses lights to attract the fish to congregate and then be caught using purse seine. While in the afternoon, gear is operated in an area that has a lot of fish. (5) Bagan operated in the district and sub-district Liukang Tupabbiring Ujung Tanah mostly use the boat so called chart boat (2 boats) and chart rambo (1 boat). Fishing gear is operated at night by using lights to attract the fish to congregate. In addition to chart a boat, there are many people step on the chart memsang built in coastal areas by using bamboo as a frame. (6) In addition to the various types of fishing gear mentioned above, the use of bombs and potassium cyanide for many reef fishes in the waters of well done and Ujung Tanah Liukang Tupabbiring. The impact of destructive fishing activities is the coral reef ecosystem damage and decreasing fisheries resources in both regions. Damage to coral reefs and decline of fishery resources has implications for getting away fishing areas (fishing ground) from the fishing base, for example, in the waters around the Flores Sea, Borneo, West Nusa Tenggara and East Nusa Tenggara even in the Exclusive Economic Zone (EEZ).

by : andy setyo w, 060310083 P,
085655195186.

nilotica86@yahoo.com

.
sardines86@gmail.com

unair,
universitas airlangga surabaya,
jawa timur indonesia, asia tenggara.

terima kasih telah membaca Seabass86@wordpress.com
salam Kenal, dan salam hangat

nama saya : Andy Setyo Widodo

no telp : 0856 551 951 86, 0813 1475 04 90, (031) 50 57 100

berasal dari : surabaya , jawa timur, unair,anak perikanan

{sekarang bekerja di Bank BRI Kantor Cabang Pembantu Ngagel Surabaya }

{bagian Marketing pinjaman Untuk Usaha},

{mari silahkan hubungi saya jika ingin konsultasi Pinjaman untuk Usaha }

{Terima Kasih}

Posted in 22 | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

LAPORAN PRAKTIKUM KUALITAS IKAN dengan beberapa metode

Posted by seabass86 pada Desember 31, 2012

LAPORAN PRAKTIKUM PEMERIKSAAN KUALITAS IKAN
SECARA OBJEKTIF

1.    PEMERIKSAAN KUALITAS IKAN SECARA OBJEKTIF DENGAN METODE TPC dan TUANG

Pada laporan praktikum fish handling kali ini memparktekkan tentang pemeriksaan kualitas ikan atau udang. Berikut pembahasan tentang pemeriksaaan kualitas ikan secara objektif dengan metode TPC dan tuang. Pemeriksaan ini menggunakan alat dan bahan sebagai berikut :
Alat :
Ø    Pisau bedah kecil
Ø    Tabung reaksi
Ø    Cawan petri
Ø    9 ml pz ( 0,9 % )
Ø    media Na , Mha, NA
Ø    pipet
Bahan :
Ø    Daging segar dari ikan atau udang yang segar
Cara kerja metode TPC dan Tuang :
1.    Ambil sebanyak 1 gram daging udang atau ikan yang segar
2.    Masukkan daging segar tersebut dalam tabung reaksi serta campurkan larutan PZ sebanyak 9 ml dan tunggu beberapa saat.
3.    Siapkan beberapa tabung reaksi yang steril
4.    Ambil 1 ml dari bahan yang telah dicampur daging segar tersebut.dan beri nama tabung 1
5.    Masukkan sebanyak 9 ml larutan PZ. Pada tabung 1 , serta tunggu sekitar 1 menit.
6.    Ambil 1 ml dari bahan yang telah dicampur daging segar tersebut.dan beri nama tabung 2
7.    Masukkan sebanyak 9 ml larutan PZ. Pada tabung 2 , serta tunggu sekitar 1 menit.
8.    Ambil 1 ml dari bahan yang telah dicampur daging segar tersebut.dan beri nama tabung 3
9.    Masukkan sebanyak 9 ml larutan PZ. Pada tabung 3 , serta tunggu sekitar 1 menit.
10.    Setelah proses diatas maka lakukan penanaman pada media umum dan diletakkan pada cawan petri yang berisi sebanyak 20 ml
11.    Setelah itu letakkan pada suhu 40°-50°C.
12.    Lakukan pengeraman selama 24 jam.
13.    Setelah 1 hari dieramkan maka sekarang koloni identik yang terjadi pada cawan petri sebagai media umum.

 

ini versi bahasa inggrisnya :

PRACTICUM REPORT AUDIT QUALITY FISH
AN OBJECTIVE

1. AUDIT QUALITY OBJECTIVE METHOD FOR FISH TPC and POUR

In practical reports memparktekkan fish handling this time on a quality fish or shrimp. Following a discussion of the quality of the fish inspection objectively with TPC and pour method. These checks using tools and materials as follows:
tool:
Ø Small Scalpel
Ø Test tube
Ø cup petri
Ø 9 ml pz (0.9%)
Ø Na media, Mha, NA
Ø pipette
ingredients:
Ø Fresh meat from the fresh fish or shrimp
TPC method work and Pour:
1. Take as much as 1 gram of meat or fish fresh shrimp
2. Enter the fresh meat in a test tube and mix the solution by 9 ml PZ and wait a moment.
3. Prepare a sterile test tube
4. Take 1 ml of the material that has been mixed with fresh meat tersebut.dan tube first name
5. Enter by 9 ml of PZ. In tube 1, and wait for about 1 minute.
6. Take 1 ml of the material that has been mixed with fresh meat named tersebut.dan 2 tube
7. Enter by 9 ml of PZ. In the second tube, and wait for about 1 minute.
8. Take 1 ml of the material that has been mixed with fresh meat named tersebut.dan tubes 3
9. Enter by 9 ml of PZ. In tube 3, and wait for about 1 minute.
10. After the above process then do the planting on public media and placed on Petri dishes containing as much as 20 ml
11. After that place at a temperature of 40 ° -50 ° C.
12. Perform incubation for 24 hours.
13. After the first day of the current dieramkan identical colonies that occur on a petri dish as a general media.

 

by : andy setyo w, 060310083 P, 085655195186.

nilotica86@yahoo.com

sardines86@gmail.com

unair,universitas airlangga surabaya, jawa timur indonesia, asia tenggara.

terima kasih telah membaca Seabass86@wordpress.com
salam Kenal, dan salam hangat

nama saya : Andy Setyo Widodo

no telp : 0856 551 951 86, 0813 1475 04 90, (031) 50 57 100

berasal dari : surabaya , jawa timur, unair,anak perikanan

{sekarang bekerja di Bank BRI Kantor Cabang Pembantu Ngagel Surabaya }

{bagian Marketing pinjaman Untuk Usaha},

{mari silahkan hubungi saya jika ingin konsultasi Pinjaman untuk Usaha }

{Terima Kasih}

Posted in 20 | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

KEJAHATAN DI JALAN RAYA

Posted by seabass86 pada Desember 31, 2012

ini versi bahasa indonesianya :

TIPS CARA MENGATASI Kejahatan di jalan.

Kejahatan pada akhir-akhir ini sangat banyak. Baik itu di dirumah, di sekolah, tempat
ibadah, di jalan da masih banyak kejahatan di lain-lainnya. Salah satunya yang dijalan
adalah tembak ban mobil. Tembak ban mobil biasanya dilakukan oleh segerombolan orang jail
dengan menggunakan berbagai alat tembak untuk merusak bagian ban. Setelah ditembak pada
bagian ban maka orang jail tersebut mendekati mobil atau kendaraan yang dijahili dan
melakukan kejahatan terhadap kendaraan yang dijahili. Tentunya dan pastinya hal tersebut
tidak diharapkan. Maka saya memiliki sebuah tips diantaranya :
1. Jika ada yang mengingatkan bahwa ban anda gembos, dan sekiranya anda tidak mengenal
orang tersebut maka jangan panik (don’t panic) dalam menghadapi hal demikian.
2. Paculah sedikit keras kendaraan anda menuju ke arah dan tempat yang aman.
3. Biarkanlah atau korbankanlah ban hingga mencapai tempat yang aman, daripada
anda menjadi korban kejahatan.
4. jika setelah tempat yang aman, ambillah barang-barang milik anda yang
berharga dan selamatkan pada tempat yang aman.
5. jika sudah terlihat aman, maka mulailah dengan perlahan membetulkan ban anda yang kempes.
Begitu saja lah sedikit tips dari saya. Terimakasih atas perhatiannya. Wasalam.

 

ini versi bahasa inggrisnya :

TIPS TO OVERCOME crime in the street.
Crime at lately very much. Be it at home, at school, where
worship, on da street is still much evil in others. One of the street
tires are shot. Shoot the tires is usually done by a bunch of jail
using a variety of tools to damage the tire fire. After being shot at
the tire so the jail is approaching cars or vehicles dijahili and
crimes against dijahili vehicles. Surely and certainly it
not expected. So I have a tips include:
1. If there is a reminder that your tire deflated, and should you not know
the person then do not panic (do not panic) in the face of such a case.
2. Paculah little harsh towards your vehicle and a safe place.
3. Let or korbankanlah tire until it reaches a safe place, rather than
you become a victim of crime.
4. if after a safe place, take your belongings are
valuable and save in a safe place.
5. if it looks safe, then start slowly fixing your tires are properly inflated.
So it is a little tips from me. Thank you for your attention. Sincerely.

 

By: andy setyo widodo.060310083 P, unair-perikanan.
Hp : 085655195186.Fakultas perikanan dan kelautan
Universitas Airlangga, surabaya, jawatimur, indonesia, Asia Tenggara.

terima kasih telah membaca Seabass86@wordpress.com
salam Kenal, dan salam hangat

nama saya : Andy Setyo Widodo

no telp : 0856 551 951 86, 0813 1475 04 90, (031) 50 57 100

berasal dari : surabaya , jawa timur, unair,anak perikanan

{sekarang bekerja di Bank BRI Kantor Cabang Pembantu Ngagel Surabaya }

{bagian Marketing pinjaman Untuk Usaha},

{mari silahkan hubungi saya jika ingin konsultasi Pinjaman untuk Usaha }

{Terima Kasih}

Posted in 23 | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Lineus longissimus

Posted by seabass86 pada Desember 31, 2012

ini versi indonesia nya :

<I>Lineus longissimus</I>
Kingdom    : Animalia
Phylum    : Nemertea
Class        : Anopla
Ordo        : Heteronemertea
Family        : Lineidae
Genus        : Lineus
Species    : <I>Lineus longissimus</I>

Kunci Identifikasi :

Ø    Bagian permukaan ventralnya memiliki warna yang sama ataupun lebih pucat daripada bagian dorsal.
Ø    Di tubuhnya terdapat garis longitudinal yang pucat.
Ø    Kepala rektanguler dengan warna pucat.
Ø    10 – 20 dalam tubuhnya terdapat mata berwarna coklat atau hitam di dalam sebuah garis di samping snout.
Ø    Tubuhnya tidak bersegmen segmen dan tidak bersilia.
Seperti semua anggota Nemertea, Lineus cara makannya dengan menggunakan proboscisnya.

Karena termasuk dalam kelas Anopla , proboscis mereka tidak dilengkapi dengan alat pemotong yang tajam. Tetapi mereka memiliki seperti famen yang lengket ( Sticky filaments ) apa ujung proboscis mereka untuk menagkap mangsa.
Sistem pencernaannya Berlawanan dengan flatworms, pada anggota phylum Nemertea ini menguasai suatu dubur/pelepasan . Yang dihubungkan Dengan jalan searah bergeraknya makanan dari mulut ke dubur/pelepasan yang ditemukan berbagai derajat tingkat spesialisasi regional kedua-duanya yang fungsional dan struktural di dalam anggota cacing pita.. Usus berada di arah  midgut, yang lurus tetapi pada umumnya membawa banyak diverticula cabang samping. Di dalam Malacobdella, usus dengan bebas bergulung dan kekurangan diverticula. Sistem respirasi pada Lineus semuanya dilakukan dengan difusi. Dalam Phylum Nemertea kebanyakan melakukan system ekskresi dengan sel api ( flame bulb ).

 

ini versi bahasa inggrisnya :

<I> Lineus longissimus </ I>
Kingdom: Animalia
Phylum: Nemertea
Class: Anopla
Order: Heteronemertea
Family: Lineidae
Genus: Lineus
Species: <I> Lineus longissimus </ I>

Identification key:

Ø The ventralnya surfaces have the same color or paler than the dorsal.
Ø In the body there is a pale longitudinal line.
Ø Chief rektanguler with pale colors.
Ø 10-20 in his eyes are dark brown or black in a line next to the snout.
Ø He is not segmented and the segments ciliated.
Like all members of Nemertea, Lineus do you eat by using proboscisnya.

Because included in class Anopla, their proboscis is not equipped with a sharp cutting tool. But they have such a sticky Famen (Sticky filaments) what ends their proboscis to catch prey.
In contrast to flatworms digestive system, the members of the phylum Nemertea holds an anal / release. Which is connected with the direction of movement of food from the mouth to the anus / release found various degrees of regional specialties that both the functional and structural members tapeworm .. Intestines are in the direction midgut, which is straight but generally carry a lot of lateral diverticula. In the Malacobdella, intestines rolled freely and lack of diverticula. The respiratory system in Lineus everything is done by diffusion. Within Phylum Nemertea mostly doing the excretion system with cell fire (flame bulb).

 

tugas makalah avertebrata air mengenai hewan avertebrata Lineus longissimus :
andy setyo w/ 085655195186
mengenai hewan avertebrata Lineus longissimus

terima kasih telah membaca Seabass86@wordpress.com
salam Kenal, dan salam hangat

nama saya : Andy Setyo Widodo

no telp : 0856 551 951 86, 0813 1475 04 90, (031) 50 57 100

berasal dari : surabaya , jawa timur, unair,anak perikanan

{sekarang bekerja di Bank BRI Kantor Cabang Pembantu Ngagel Surabaya }

{bagian Marketing pinjaman Untuk Usaha},

{mari silahkan hubungi saya jika ingin konsultasi Pinjaman untuk Usaha }

{Terima Kasih}

Posted in 24 | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »